Kabupaten Agam — Pertemuan Menteri Pariwisata dengan para pelak industri pariwisata di Desa Wisata Koto Gadang menghasilkan sejumlah aspirasi strategis untuk pengembangan sektor pariwisata Sumatera Barat. Menpar menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah konkret mendengarkan kebutuhan lapangan dan merancang solusi bersama.
Berbagai aspirasi mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pelaku industri mendorong penyusunan roadmap pariwisata sebagai panduan strategis jangka panjang, kehadiran Politeknik Pariwisata untuk memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, serta peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata.
Menpar berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. "Aksesibilitas merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan daya saing destinasi," ujar Menpar Widiyanti. Aspirasi lain mencakup penguatan pendampingan, promosi, akses pasar internasional, serta penataan sektor akomodasi pariwisata.
Dalam aspek penataan akomodasi, Kementerian Pariwisata melakukan pendataan, pembinaan, edukasi, serta pengawasan terhadap pengusaha pariwisata melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2025 tentang Imbauan Pendaftaran Perizinan Berusaha bagi Pengusaha Akomodasi Pariwisata. Pemerintah juga menggandeng berbagai platform online travel agent untuk memastikan seluruh merchant memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.
Menpar menekankan bahwa legalitas usaha bukan sekadar aspek administratif, melainkan jaminan terhadap standar keamanan, profesionalitas, serta kontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah. "Izin usaha yang sah menjadi bagian penting dalam tata kelola pariwisata. Kami terus mendorong pengusaha akomodasi yang belum berizin agar segera melengkapi perizinannya melalui sistem OSS," ucap Menpar.
Pada hari kedua kunjungan, Menpar meninjau Panorama Ngarai Sianok di Bukittinggi, kawasan alam yang terbentuk dari pergerakan patahan bumi dan menyajikan lanskap yang memukau. Menpar juga meninjau Lubang Jepang, terowongan bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang.
"Keindahan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian alam," kata Menpar. Kunjungan dilanjutkan ke Desa Wisata Koto Gadang, yang dikenal dengan udara sejuk, arsitektur kolonial, serta kerajinan perak dan sulaman khas desa.
Desa ini meraih penghargaan terbaik kedua kategori desa wisata berbasis budaya dalam Wonderful Indonesia Award 2025. Menpar menilai Koto Gadang menawarkan nilai historis sebagai tempat lahir tokoh-tokoh bangsa seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Penutupan kunjungan dilakukan di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan budaya Minangkabau. Bangunan tiga lantai dengan ornamen khas dan struktur tahan gempa ini berfungsi sebagai museum sekaligus pusat pelestarian budaya.
Menpar menekankan pentingnya budaya sebagai fondasi utama pariwisata. "Istano Basa Pagaruyung menunjukkan bahwa budaya adalah fondasi utama pariwisata Indonesia. Harmoni antara masyarakat dan budaya menjadi kekuatan yang menjaga keberlanjutan hingga hari ini," kata Menpar. Kolaborasi strategis yang dibangun diharapkan mempercepat transformasi pariwisata Sumatera Barat menjadi destinasi wisata berkelanjutan dengan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.