PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 tingkat provinsi yang dipusatkan di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (2/5/2026).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pernyataan tertulis tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, di hadapan ratusan perwakilan serikat pekerja.
“Peringatan May Day bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga ajang memperkuat kolaborasi dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan,” ujar Ahmad Zakri saat membacakan sambutan Gubernur.
Salah satu poin krusial dalam peringatan tahun ini adalah penandatanganan kerja sama antara Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sumbar dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas payung perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja formal maupun informal.
Ketua KSPSI Sumbar, Arsukman Edi, menekankan bahwa penguatan perlindungan hak-hak pekerja sangat mendesak di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Menurutnya, jaminan sosial bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga martabat pekerja.
Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan juga menggencarkan sosialisasi program guna meningkatkan pemahaman buruh terhadap manfaat jangka panjang, seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan baru akibat risiko kerja di wilayah Sumatera Barat.
Peringatan May Day 2026 di Padang juga diwarnai dengan aksi simbolis pemotongan kue oleh Kapolda Sumbar. Kehadiran aparat keamanan dalam momentum ini menjadi sinyalemen kuat mengenai pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi iklim investasi yang sehat.
Selain agenda formal, panitia menyelenggarakan gerak jalan santai yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai serikat buruh dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan mencairkan kekakuan komunikasi antara buruh dan pemberi kerja, sekaligus memupuk rasa kebersamaan sebagai mitra pembangunan.
Pemprov Sumbar menilai bahwa ketenangan dalam bekerja dan kepastian hukum bagi pengusaha akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas daerah. Kolaborasi tiga pilar ini diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Dengan terciptanya hubungan industrial yang sehat, Sumatera Barat diproyeksikan mampu menarik lebih banyak investasi yang pada akhirnya membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya.
Agenda May Day 2026 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus melakukan dialog rutin antara tripartit. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi potensi perselisihan hubungan industrial yang dapat merugikan produktivitas daerah maupun kesejahteraan para pekerja di Sumatera Barat.