Dispersip Tabalong Latih Warga Desa Padang Panjang Sulap Sampah Jadi Tas

Penulis: Lukmanul Hakim  •  Senin, 04 Mei 2026 | 15:57:01 WIB

TABALONG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong kembali memperkuat program Gerakan Literasi Tabalong (GLT) melalui pemberdayaan masyarakat perdesaan. Kali ini, puluhan ibu rumah tangga di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, mendapatkan pelatihan khusus mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual.

Kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka hijau Desa Padang Panjang ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi langsung pada praktik pembuatan anyaman. Para peserta diajarkan teknik dasar mengubah limbah plastik yang biasanya terbuang menjadi produk fungsional seperti tas belanja dan dompet cantik.

Praktik Langsung Olah Limbah Plastik di Ruang Terbuka

Pelatihan diawali dengan sosialisasi mendalam mengenai manajemen sampah rumah tangga. Tim dari Dispersip Tabalong memaparkan dampak buruk penumpukan sampah plastik bagi ekosistem desa jika tidak ditangani dengan metode yang tepat. Edukasi ini menjadi fondasi sebelum warga masuk ke tahap produksi kerajinan.

Setelah mendapatkan pemahaman teoretis, peserta langsung mempraktikkan cara membersihkan, memotong, hingga menganyam plastik menjadi struktur tas yang kuat. Instruktur mendampingi setiap tahapan untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan layak masuk ke pasar lokal maupun pameran UMKM.

Potensi Ekonomi Kreatif dari Perpustakaan Desa

Pengelola Perpustakaan Desa Padang Panjang, Rosdiana, menilai langkah Dispersip Tabalong ini sebagai terobosan yang menyentuh kebutuhan rill warga. Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca buku, melainkan mencakup kemampuan mengolah informasi menjadi keterampilan ekonomi.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut. Dengan pelatihan ini, warga bisa membuat kerajinan seperti dompet dan tas yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga," ujar Rosdiana, Senin (27/4/2026).

Keterlibatan aktif kaum perempuan dalam pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan klaster ekonomi kreatif baru di Desa Padang Panjang. Produk anyaman plastik memiliki segmentasi pasar yang luas, terutama bagi konsumen yang mulai beralih ke gaya hidup ramah lingkungan.

Sinergi Literasi dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Selain aspek finansial, program ini menjadi solusi konkret atas persoalan sampah plastik di tingkat kecamatan. Transformasi limbah menjadi barang berguna secara otomatis mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan memperpanjang siklus pakai plastik.

Rosdiana menekankan bahwa keberhasilan program ini akan terlihat dari konsistensi warga dalam berproduksi. Pihak perpustakaan desa berkomitmen untuk terus memfasilitasi warga yang ingin mendalami keterampilan ini sebagai usaha sampingan yang menjanjikan.

Melalui integrasi antara literasi, lingkungan, dan ekonomi, Dispersip Tabalong berupaya membangun kemandirian desa. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di wilayah Tabalong dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan literasi terapan.

Reporter: Lukmanul Hakim
Back to top