PADANG — Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat kerja sama internasional dengan menggandeng Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) melalui program dual degree pascasarjana. Penjajakan ini dibahas dalam agenda "Discussion on Potential Collaboration" yang berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik UNP.
Fokus utama kemitraan ini menyasar penguatan riset, mobilitas dosen, dan pendidikan doktor bagi tenaga pendidik di lingkungan Fakultas Teknik. Pemilihan UniMAP didasarkan pada kemiripan struktur program studi dan bidang keilmuan yang dinilai memudahkan penyelarasan kurikulum antar-kedua institusi.
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar universitas untuk mencetak lebih banyak dosen berkualifikasi doktor (Ph.D). Skema yang ditawarkan memungkinkan para dosen menempuh studi terintegrasi dari jenjang magister hingga doktoral secara efisien.
“Kita memiliki target bagaimana dosen-dosen kita mencapai kualifikasi Ph.D. Universiti Malaysia Perlis memiliki banyak kemiripan dengan Fakultas Teknik UNP. Ini menjadi peluang membangun kolaborasi pendidikan melalui program dual degree, satu program studi di dua universitas dengan dua ijazah,” ujar Krismadinata.
Melalui desain kurikulum yang sedang digodok, masa studi dapat dipersingkat karena tahapan S2 dan S3 berjalan beriringan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya pakar-pakar teknik baru sebagai fondasi UNP menuju universitas berbasis riset yang diakui global.
Sebagai bentuk keseriusan, kegiatan ini juga diiringi dengan penyerahan simbolis Letter of Acceptance (LoA) kepada 24 dosen Fakultas Teknik UNP. Para dosen tersebut telah menyatakan minat dan kesiapan untuk melanjutkan studi lanjut di UniMAP dalam waktu dekat.
Direktur Pusat Studi Pascasarjana UniMAP, Assoc. Prof. Dr. Rozyanty Rahman, menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan intensif bagi dosen UNP. Pihaknya menargetkan masa studi doktoral dapat tuntas dalam waktu tiga tahun melalui sistem supervisi yang adaptif.
“Riset dapat dilakukan di dua tempat, di UniMAP dan di UNP, karena kami memahami dosen di sini sudah memiliki fasilitas riset yang memadai. Kami juga siap mendukung dari sisi peralatan dan supervisi,” kata Rozyanty Rahman.
Selain kemudahan durasi studi, UniMAP menawarkan skema insentif berupa potongan biaya pendidikan yang signifikan. Besaran diskon tersebut akan disesuaikan dengan jumlah partisipasi dosen UNP yang mendaftar dalam program kolektif ini.
Kerja sama lintas negara ini tidak hanya terbatas pada perolehan gelar, tetapi juga mencakup kolaborasi publikasi ilmiah dan riset bersama. Hal ini sejalan dengan upaya kedua universitas dalam memenuhi tuntutan global terhadap pendidikan tinggi yang berdaya saing.
Implementasi program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas dan kemitraan global. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Barat, khususnya di bidang keteknikan.