PADANG — Program bertajuk Knowledge Transfer Program in Special & Inclusive Education ini berlangsung di SLB Negeri 1 Padang pada Selasa (12/5). Inisiatif tersebut digerakkan oleh Kepala Departemen PLB UNP, Dr. Elsa Efrina, M.Pd., dengan dukungan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons.
Rangkaian acara diawali pemaparan materi oleh Pengawas SLB Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Rafmateti, M.Pd. Ia menekankan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa sangat krusial untuk meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
"Inti dari program ini adalah implementasi aksi nyata di ruang kelas melalui kolaborasi tim dosen Departemen PLB UNP dan INTI International University & Colleges Malaysia," ujarnya di Padang, Senin.
Aktivitas difokuskan pada tiga luaran utama. Pertama, intervensi pembelajaran dengan metode adaptif dan inovatif kepada siswa SLB. Kedua, diskusi terfokus (focused group discussion) bersama guru mengenai strategi instruksional terkini. Ketiga, penguatan kapasitas lingkungan belajar yang inklusif dan ramah anak.
Dr. Elsa Efrina menjelaskan bahwa strategic movement melalui payung program EQUITY ini menjadi instrumen penting untuk mendongkrak reputasi akademik dan mobilitas internasional UNP di tingkat global. Menurutnya, kerja sama dengan INTI University tidak hanya memperluas pertukaran kepakaran, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan indikator penilaian THE Impact Rankings.
Kegiatan ini diikuti oleh 43 guru dan tenaga pendidik, 42 siswa SLB Negeri 1 Padang, serta 46 dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa PLB UNP. Rombongan dari INTI University berjumlah 19 orang.
Melalui capaian ini, Departemen PLB UNP memperkukuh perannya sebagai garda terdepan dalam memberikan solusi nyata bagi tantangan pendidikan inklusif di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).