PAYAKUMBUH — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) resmi menyinergikan program kerja dengan PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh. Fokus utama kerja sama ini adalah optimalisasi pemanfaatan listrik guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak kelistrikan.
Kerja sama tersebut menitikberatkan pada peningkatan konsumsi listrik yang produktif dan efisien di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya penggunaan listrik, terutama di sektor usaha, maka setoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik ke kas daerah dipastikan turut terkerek naik.
Sekretaris BPKPD Kabupaten Lima Puluh Kota, Bobby Irwanto, menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari strategi penguatan pembangunan daerah. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh publikasi program-program PLN yang berkorelasi langsung dengan penerimaan pajak daerah.
“Salah satu hasil signifikan dari kunjungan ini adalah kesepahaman mengenai peran aktif Pemkab 50 Kota untuk terus mendukung dan mempublikasikan program-program PLN yang dapat menunjang peningkatan penerimaan PBJT Tenaga Listrik,” jelas Bobby Irwanto saat melakukan pertemuan di Kantor PLN UP3 Payakumbuh, baru-baru ini.
Menurut catatan BPKPD, kolaborasi ini tidak hanya mengejar angka pendapatan, tetapi juga bertujuan menciptakan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan terintegrasi di wilayah Payakumbuh dan sekitarnya. Hal ini diharapkan mampu memberikan kepastian layanan bagi para wajib pajak di sektor industri dan rumah tangga.
Manager PLN UP3 Payakumbuh, Yessi Indra, menekankan bahwa listrik harus dipandang sebagai penggerak ekonomi, bukan sekadar kebutuhan dasar. PLN menyiapkan berbagai inovasi layanan, termasuk aplikasi PLN Mobile dan program tambah daya untuk memudahkan masyarakat mengakses energi secara legal dan andal.
“Kami percaya listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, PLN ingin memastikan masyarakat semakin mudah mengakses layanan kelistrikan yang andal sekaligus terdorong memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” ujar Yessi Indra.
Selain kemudahan akses, PLN juga menggencarkan edukasi konversi energi dari bahan bakar fosil ke listrik atau degensetisasi. Langkah ini diklaim lebih ramah lingkungan dan efisien secara biaya bagi para pelaku usaha di Lima Puluh Kota.
“Melalui PLN Mobile, program tambah daya, hingga edukasi penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat listrik secara lebih luas, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan usaha,” tambahnya.
General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan dampak pembangunan yang nyata di tingkat regional. Menurutnya, ketika pemanfaatan listrik produktif meningkat, akan tercipta efek domino bagi kesejahteraan warga.
“Sinergi PLN dengan Pemerintah Daerah adalah langkah strategis untuk memastikan listrik memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ketika pemanfaatan listrik meningkat secara produktif, maka ekonomi bergerak, kesejahteraan meningkat, dan pada saat yang sama kontribusi terhadap pendapatan daerah juga ikut tumbuh,” tegas Ajrun.
Pertemuan produktif ini menjadi pijakan awal bagi kedua instansi untuk menyelaraskan data dan program di lapangan. Dengan ekosistem ekonomi yang kuat dan dukungan infrastruktur listrik yang mumpuni, Pemkab Lima Puluh Kota optimistis target kemandirian fiskal daerah dapat tercapai lebih cepat.