PADANG — Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat (Sumbar) menyelesaikan seluruh proses pemberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter). Proses ini berakhir seiring lepas landasnya pesawat yang membawa rombongan terakhir dari Embarkasi Padang menuju Arab Saudi.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah dalam kuota pemberangkatan tahun 2026 ini telah diterbangkan. "Hari ini terakhir kita memberangkatkan jamaah haji dari Embarkasi Padang," ujar Rifki di Kota Padang, Sabtu.
Kloter 14 yang menjadi rombongan penutup diberangkatkan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu pagi pukul 10.05 WIB. Kelompok terbang ini terdiri dari 287 orang jemaah, termasuk para petugas yang mendampingi selama perjalanan dan ibadah.
Berbeda dengan kloter awal, rombongan pamungkas ini diisi oleh jemaah gabungan dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta tambahan jemaah asal Provinsi Bengkulu. Secara rinci, terdapat 177 jemaah perempuan dan 110 jemaah laki-laki dalam penerbangan tersebut.
Data manifes menunjukkan keberagaman usia yang cukup signifikan pada kloter penutup ini. Jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun, sementara jemaah termuda yang berangkat tahun ini berusia 18 tahun. Kloter 14 juga mengakomodasi jemaah dari kloter 1 hingga 13 yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena alasan kesehatan namun telah dinyatakan laik terbang.
Secara akumulatif, Kemenhaj Sumbar telah memberangkatkan total 5.402 jemaah pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Angka ini mencakup seluruh jemaah yang terbagi dalam 14 kloter sejak hari pertama operasional embarkasi dimulai.
Meski sebagian besar jemaah berhasil berangkat sesuai jadwal, terdapat dua orang jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan mereka hingga musim haji berikutnya. Keputusan ini diambil karena yang bersangkutan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara dalam waktu dekat.
Mengingat rangkaian ibadah haji akan segera memasuki fase puncak, petugas mengingatkan jemaah untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Ketua Kloter 14 Embarkasi Padang, Muhammad Nur Ali, menekankan bahwa haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik.
Ia meminta para jemaah untuk disiplin dalam mengatur pola hidup selama berada di Arab Saudi, terutama menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Fokus utama adalah menjaga kebugaran agar seluruh rukun haji dapat terlaksana dengan sempurna.
"Jamaah kami minta benar-benar menjaga stamina, cukup istirahat, disiplin makan dan memperbanyak minum air putih," imbau Muhammad Nur Ali.