PADANG — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang telah merampungkan seluruh proses keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci. Kloter 14 yang menjadi rombongan penutup ini dijadwalkan tinggal landas melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, pada pukul 10.05 WIB.
Rombongan terakhir ini terbang menggunakan pesawat Boeing 777 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA3514. Sebelum menuju bandara, para jamaah telah melewati serangkaian prosedur akhir di Asrama Haji Padang untuk memastikan kesiapan fisik dan kelengkapan dokumen perjalanan.
Kloter 14 terdiri atas 177 jamaah perempuan dan 110 jamaah laki-laki. Kelompok ini memiliki profil usia yang cukup kontras, dengan jamaah tertua tercatat berusia 84 tahun, sementara jamaah termuda baru menginjak usia 18 tahun.
Ketua PPIH Embarkasi Padang, M. Rifki, mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah dalam kloter ini dinyatakan laik terbang. Pemeriksaan kesehatan akhir yang dilakukan tim medis tidak menemukan kendala berarti yang dapat menghambat keberangkatan para jamaah menuju Jeddah.
Secara kumulatif, Embarkasi Padang telah memberangkatkan total 5.402 calon haji sepanjang musim haji 1447 Hijriah ini. Jumlah tersebut mencakup seluruh jamaah yang berasal dari wilayah Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu yang terbagi dalam 14 kelompok terbang.
Selama berada di Asrama Haji Padang, jamaah mendapatkan fasilitas one stop service untuk mempercepat proses birokrasi. Layanan terpadu ini mencakup pemeriksaan kesehatan tahap akhir, pembagian paspor beserta visa, hingga penyerahan uang saku (living cost) untuk kebutuhan di Arab Saudi.
“Layanan satu pintu ini juga mencakup penentuan nomor kamar dan pemasangan gelang identitas jamaah. Seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala administratif,” ujar M. Rifki yang juga menjabat sebagai Kepala Kemenhaj Sumatera Barat.
Sistem ini diterapkan untuk meminimalisir kelelahan jamaah sebelum penerbangan panjang. Setelah seluruh tahapan administrasi selesai pada Jumat malam, jamaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum diberangkatkan ke bandara pada Sabtu pagi.
Ketua Kloter 14 Embarkasi Padang, Muhammad Nur Ali, menekankan pentingnya manajemen kesehatan bagi para jamaah. Mengingat cuaca dan kepadatan aktivitas di Tanah Suci, para jamaah diminta untuk tidak memaksakan diri dalam aktivitas fisik yang tidak perlu sebelum rangkaian puncak haji dimulai.
“Jamaah diharapkan menjaga stamina dengan baik, cukup istirahat, mengatur pola makan, dan memperbanyak konsumsi air putih,” kata Muhammad Nur Ali saat memberikan arahan di Padang.
Kesiapan fisik menjadi faktor krusial, terutama saat menghadapi fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). PPIH mengingatkan agar jamaah rutin berkonsultasi dengan tim medis kloter jika merasakan gangguan kesehatan sekecil apa pun selama berada di Arab Saudi.