PADANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar pemeriksaan detail serentak terhadap seluruh prasarana perkeretaapian. Kegiatan ini menyasar safety critical personnel (SCP) dan melibatkan jajaran manajemen serta petugas teknis di lapangan.
Pemeriksaan dimulai dengan pengarahan di Ruang Buya Hamka yang dipimpin Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan Kereta Api, Acep S Manan. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen untuk memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan terpenuhi.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa kondisi geografis di sejumlah jalur memiliki potensi pergerakan tanah. Risiko ini meningkat drastis saat curah hujan tinggi, yang bisa memicu banjir, tanah longsor, amblesan, hingga pergeseran struktur tanah.
“Kami terus berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan melalui langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. Seluruh unit operasional juga siaga penuh,” ujar Reza dalam keterangannya, Senin lalu.
Tim tidak hanya mengecek kondisi rel—mulai dari retak, patah, hingga aus—tetapi juga memeriksa bantalan, ballast, sistem penambat, dan sambungan rel. Pemeriksaan meluas ke geometri jalur, ruang bebas, serta ruang manfaat jalur.
Perhatian khusus diberikan pada tikungan, wesel, jembatan, terowongan, dan sistem persinyalan. Untuk jembatan dan bangunan pendukung, tim mengukur tingkat kelendutan, stabilitas struktur, serta daya dukung terhadap beban operasional kereta.
Lingkungan sekitar rel juga menjadi sorotan. Vegetasi liar yang menutupi jalur dibersihkan secara berkala untuk memastikan visibilitas masinis dan keamanan lintasan.
Reza menyebutkan bahwa petugas bersama manajemen secara rutin melakukan pemetaan prioritas perawatan. Inspeksi berjalan kaki di sepanjang jalur operasional menjadi agenda wajib untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Selain aspek teknis, KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat ikut berperan aktif. Warga diminta tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar rel dan segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan seperti longsor atau pohon tumbang.
“Kerja sama antara petugas dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” pungkas Reza.