Google resmi memperkenalkan Fitbit Air, perangkat wearable minimalis tanpa layar yang mengandalkan asisten kesehatan berbasis kecerdasan buatan Gemini. Gawai seberat 12 gram ini menandai pergeseran tren ke arah pelacak aktivitas yang fokus pada pengolahan data mendalam daripada sekadar notifikasi di pergelangan tangan. Produk ini dijadwalkan mulai tersedia untuk pasar global pada 26 Mei mendatang.
Google mengambil langkah berani dengan meluncurkan Fitbit Air sebelum ajang tahunan Google I/O dimulai. Berbeda dengan seri Fitbit sebelumnya, perangkat ini sama sekali tidak memiliki layar dan hadir dalam bentuk modul kecil yang bisa dipasang pada strap pergelangan tangan maupun tali dada. Secara desain, Fitbit Air mengingatkan pada kompetitornya, Whoop, namun dengan pilihan warna strap yang lebih variatif.
Fitur Health Coach Berbasis AI Gemini
Kekuatan utama Fitbit Air terletak pada integrasi Google Health Coach yang didukung oleh model bahasa besar Gemini. Antarmuka ini dirancang untuk memberikan saran kesehatan yang sangat personal berdasarkan data aktivitas pengguna. Google mengklaim bahwa asisten ini mampu menyusun rencana kebugaran dinamis yang disesuaikan dengan tujuan spesifik setiap individu.
Untuk mendukung performa tersebut, Google menerapkan model bisnis berlangganan bagi pengguna yang menginginkan fitur analisis tingkat lanjut. Berikut adalah rincian harga dan paket penjualannya:
- Harga unit standar: 100 dolar AS (sekitar Rp 1,6 juta).
- Harga Special Edition: 130 dolar AS (sekitar Rp 2,08 juta).
- Bonus 3 bulan layanan Google Health Premium untuk setiap pembelian.
- Biaya langganan bulanan setelah masa bonus: 10 dolar AS (sekitar Rp 160 ribu).
Pembatalan Kesepakatan Snap dan Perplexity
Di sisi lain industri, kolaborasi ambisius antara Snap dan mesin pencari AI Perplexity resmi dinyatakan berakhir. Kesepakatan yang sebelumnya bernilai 400 juta dolar AS tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan kemampuan pencarian AI langsung ke dalam aplikasi Snapchat. Laporan pendapatan terbaru Snap mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan telah mengakhiri hubungan kerja sama ini secara baik-baik.
Juru bicara Perplexity menyatakan bahwa fitur yang direncanakan tersebut ternyata tidak cocok bagi kedua perusahaan saat ini. Langkah ini cukup mengejutkan mengingat persaingan ketat di industri media sosial untuk mengadopsi fitur AI generatif demi mempertahankan retensi pengguna muda.
DJI Osmo Mobile 8P dengan Remote Terpisah
Berlawanan dengan tren tanpa layar milik Google, DJI justru meluncurkan gimbal smartphone Osmo Mobile 8P yang dilengkapi remote dengan layar terintegrasi. Remote yang dinamakan "Frametap" ini dapat dilepas dari gagang utama, memungkinkan vlogger melakukan kontrol kamera secara mandiri dari jarak hingga 45 meter.
Perangkat ini diposisikan sebagai versi profesional dari Osmo Mobile 8 yang rilis akhir tahun lalu. Keunggulan utamanya adalah dukungan langsung terhadap Apple DockKit, yang memungkinkannya bersaing ketat dengan produk serupa dari Insta360 dan GoPro. Saat ini, DJI Osmo Mobile 8P baru tersedia untuk pasar Eropa dengan harga mulai dari 145 euro atau sekitar Rp 2,5 juta.
Tablet E-Ink reMarkable Paper Pure yang Repairable
Melengkapi jajaran rilis perangkat pekan ini, reMarkable meluncurkan Paper Pure, sebuah tablet tulis monokrom yang mengedepankan aspek keberlanjutan. Perangkat ini dirancang agar mudah diperbaiki (repairable), sebuah langkah yang mulai banyak diadopsi produsen teknologi global untuk menekan limbah elektronik.
Meski menawarkan pengalaman menulis terbaik di kelasnya, reMarkable tetap mempertahankan filosofi "distraction-free" yang cukup ekstrem. Perangkat ini tidak memiliki lampu latar (backlight) dan masih menggunakan sistem sinkronisasi file yang dianggap manual oleh sebagian pengamat. Paper Pure menyasar ceruk pasar spesifik yang membutuhkan alat tulis digital murni tanpa gangguan notifikasi internet.