SUMATERA BARAT — Kegagalan besar di segmen EV memaksa Honda mengubah haluan secara drastis. Dalam business briefing di Tokyo, Rabu (16/4), perusahaan membeberkan strategi pemulihan yang berpusat pada kendaraan hybrid—teknologi yang saat ini justru paling diminati pasar. Langkah ini diambil setelah Honda mencatat kerugian tahunan pertama dalam sejarah 70 tahun pendiriannya.
Alih-alih terus memaksakan diri pada mobil listrik murni yang permintaannya melambat, Honda mengalokasikan kembali dana riset dan produksi yang sebelumnya diperuntukkan bagi EV ke lini hybrid. Hasilnya, sebanyak 15 model hybrid anyar akan meluncur dalam kurun 2027 hingga 2029.
Pasar utama tetap Amerika Serikat, di mana Honda akan memperkenalkan sedan dan SUV segmen D ke atas mulai 2029. Salah satu model yang menjadi kunci adalah Hybrid Sedan Prototype, sebuah fastback empat pintu dengan desain ramping yang sudah mengusung logo H baru. Mobil ini dijadwalkan mulai dijual dalam dua tahun ke depan.
Kabar baik bagi penggemar SUV kompak: Honda memastikan HR-V (dikenal sebagai Vezel di Jepang) akan mendapatkan generasi terbaru pada 2028. Bukan hanya sekadar ubahan tampilan, model ini akan menjadi yang pertama mengadopsi powertrain hybrid generasi berikutnya dari Honda, dipadukan dengan advanced driver assistance systems (ADAS) paling mutakhir.
Sistem ADAS tersebut rencananya akan dipasang di 15 model berbeda dalam lima tahun ke depan. Menariknya, sistem infotainment Asimo OS yang semula dirancang untuk jajaran EV 0 Series yang dibatalkan, justru akan dialihkan ke model-model hybrid ini.
Untuk bisa bersaing, Honda mengadopsi strategi efisiensi ekstrem yang dijuluki "Triple Half". Targetnya, biaya pengembangan, waktu pengerjaan, dan beban kerja dipangkas hingga 50% dibandingkan level 2025.
Caranya dengan standarisasi komponen secara masif dan meniru pendekatan pabrikan China dan India. Honda bahkan akan menghentikan sementara produksi baterai in-house dan mengalihkan pabrik baterai EV joint venture dengan LG di Ohio untuk memproduksi baterai hybrid. Di China, Honda akan memanfaatkan platform mobil lokal untuk membangun kendaraan energi baru (NEV), mirip strategi Nissan.
Meski fokus utama di Amerika, pasar lain juga kebagian jatah. Di Jepang, Honda akan meluncurkan N-Box EV tahun depan. Sementara di India, model "strategis" baru akan debut mulai 2028, mencakup segmen sub-4 meter dan mid-size yang populer di sana. Langkah ini juga untuk mendorong konsumen motor Honda (yang menjual hampir 6 juta unit per tahun di India) untuk beralih ke mobil.
Perombakan internal pun dilakukan. Divisi R&D kembali menyerap unit pengembangan mobil yang sempat dipisah pada 2020, guna mempercepat respons terhadap perubahan pasar. Pengembangan software-defined vehicles (SDV) juga dihentikan total per 1 April lalu.
Apakah HR-V hybrid baru akan masuk ke Indonesia? Belum ada konfirmasi resmi dari Honda Prospect Motor. Namun, melihat tren pasar SUV hybrid yang positif di Indonesia, peluangnya cukup besar, terutama jika model 2028 tersebut sudah diproduksi di Thailand atau India.
Kapan Honda akan berhenti menjual mobil bensin? Strategi ini justru menunjukkan Honda tidak terburu-buru meninggalkan mesin pembakaran internal. Fokus pada hybrid berarti mobil bensin dengan teknologi elektrifikasi parsial akan tetap menjadi andalan setidaknya hingga akhir dekade ini.