Kabar Baik dari Sumbar, Pembelajaran Sekolah Kini Berjalan 100 Persen
Padang – Kegiatan belajar mengajar di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dipastikan telah kembali berjalan sepenuhnya. Pemerintah menyebut seluruh sekolah di Sumbar sudah melaksanakan pembelajaran 100 persen, meskipun dalam praktiknya masih dilakukan penyesuaian akibat dampak bencana alam yang terjadi sebelumnya.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menyebut Sumbar menjadi salah satu provinsi yang relatif cepat memulihkan aktivitas pendidikan pascabencana.
“Untuk Sumatra Barat, pembelajaran sudah berlangsung 100 persen. Walaupun memang belum sepenuhnya ideal, seluruh sekolah sudah kembali aktif,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan variasi pola pembelajaran. Sejumlah sekolah di Sumbar masih harus berbagi fasilitas dengan sekolah lain akibat kerusakan bangunan, sementara sebagian lainnya menerapkan sistem belajar bergiliran untuk menyesuaikan keterbatasan ruang.
“Ada sekolah yang masih menumpang, ada yang belajar dengan sistem shift pagi dan sore, bahkan ada juga yang masih menggunakan tenda belajar,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa seluruh siswa di Sumbar sudah kembali mengikuti proses belajar mengajar, baik secara tatap muka terbatas maupun melalui skema penyesuaian lainnya. Upaya pemulihan fasilitas pendidikan terus dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih nyaman dan optimal.
Abdul Mu’ti menambahkan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak, termasuk melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.
“Pemulihan sekolah di daerah terdampak membutuhkan perhatian serius dan kolaborasi bersama. Kami terus mendorong percepatan agar kondisi belajar di Sumbar kembali normal sepenuhnya,” katanya.
Dengan kembalinya aktivitas sekolah di seluruh wilayah Sumbar, pemerintah berharap proses pendidikan dapat berjalan stabil serta memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua di tengah masa pemulihan pascabencana.