Data Terbaru Galodo Sumbar: 254 Korban Meninggal, 81 Orang Masih Hilang

Jumlah korban meninggal akibat galodo di Sumbar mencapai 254 orang hingga 20 Januari 2026.
Penulis: Redaksi
Jumat, 23 Januari 2026 | 11:45:05 WIB

Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat kembali menyerahkan jenazah korban bencana galodo kepada pihak keluarga. Penyerahan dilakukan pada Kamis (22/1/2026) di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang, Jalan Jati No.1, Kecamatan Padang Timur.

Penyerahan jenazah dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, didampingi Pejabat Utama Polda Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, serta perwakilan Dinas Kesehatan. Tiga jenazah yang diserahkan telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan DNA dengan pembanding dari anak kandung korban.

Ketiga korban yang telah teridentifikasi tersebut masing-masing bernama Jaruni, Dusra Maini, dan Irna Silvia. Sebelumnya, jenazah Jaruni berada di RS Bhayangkara Padang, sementara jenazah Dusra Maini dan Irna Silvia telah lebih dulu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Agam.

Anak kandung Jaruni, Pian, yang menerima langsung jenazah orang tuanya, menyampaikan apresiasi kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar atas proses identifikasi yang berlangsung cepat dan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda karena proses identifikasi berjalan cepat. Rencananya almarhum akan dimakamkan di kampung halaman kami di Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman,” ujar Pian.

254 Korban Meninggal, 28 Belum Teridentifikasi

Berdasarkan data Polda Sumbar hingga 20 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana galodo di Sumatera Barat mencapai 254 orang. Dari jumlah tersebut, 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 112 laki-laki dan 114 perempuan.

Sementara itu, 28 korban lainnya masih belum teridentifikasi, dengan rincian 13 laki-laki, 11 perempuan, serta 4 potongan tubuh. Seluruh sampel DNA korban tersebut telah dikirim ke pusat untuk pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, tercatat 41 jenazah dimakamkan secara massal, dengan rincian 25 jenazah di Bungus dan 16 jenazah di Agam.

81 Korban Masih Hilang

Hingga saat ini, sebanyak 81 orang korban galodo masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 43 laki-laki dan 38 perempuan.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin mengimbau masyarakat yang masih kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek terdekat atau menghubungi layanan darurat 110, guna keperluan pencocokan DNA.

“Kami membutuhkan DNA pembanding agar proses identifikasi dapat segera dilakukan dan jenazah bisa diserahkan kepada pihak keluarga,” tegasnya.

Polda Sumbar bersama jajaran Polres dan Polsek terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Santunan dan Bantuan Sosial Disiapkan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan duka sebesar Rp15 juta per jiwa kepada ahli waris korban meninggal dunia. Santunan tersebut diberikan setelah identitas korban dipastikan melalui proses identifikasi.

“Identifikasi menjadi sangat penting karena menjadi dasar penyaluran santunan Rp15 juta per jiwa kepada ahli waris,” jelasnya.

Selain santunan kematian, Kemensos juga menyiapkan berbagai bantuan lainnya, antara lain:

Bantuan korban luka berat Rp5 juta

Bantuan rumah rusak berat Rp50 juta

Rumah rusak sedang Rp30 juta

Rumah rusak ringan Rp15 juta

Bantuan ekonomi Rp5 juta

Bantuan perabot Rp3 juta

Bantuan kebutuhan hidup selama 90 hari sebesar Rp15 ribu per orang per hari

Dinas Sosial Sumbar mengimbau masyarakat terdampak bencana untuk segera melapor dan melengkapi data agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Reporter: Redaksi