LUBUK BASUNG — Pemerintah Kabupaten Agam memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan ternak satu minggu menjelang hari raya kurban. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sapi maupun kambing yang akan disembelih memenuhi syariat Islam serta aman dari ancaman penyakit menular.
Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, menyatakan bahwa petugas yang diterjunkan memiliki tugas ganda, yakni melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan (antemortem) dan sesudah pemotongan (postmortem). Pemeriksaan antemortem fokus pada fisik luar, usia, serta tanda-tanda kecacatan pada hewan.
"Kita menurunkan petugas untuk memeriksa hewan kurban satu minggu menjelang Idul Adha," kata Arief Restu di Lubuk Basung, Minggu.
Pemeriksaan postmortem atau setelah penyembelihan menjadi titik krusial dalam pengawasan tahun ini. Petugas akan masuk ke masjid-masjid untuk memeriksa organ dalam ternak guna mendeteksi keberadaan parasit yang tidak terlihat secara kasat mata dari luar.
Fokus utama petugas adalah memastikan daging bebas dari cacing pita serta penyakit menular lainnya seperti Jembrana, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hingga penyakit kulit berbenjol atau LSD. Jika ditemukan organ yang terinfeksi, petugas akan langsung meminta panitia kurban untuk memusnahkan bagian tersebut.
"Ini dalam rangka untuk menjamin konsumsi, karena tidak menutup kemungkinan secara penampilan sebelum dipotong kondisi baik dan setelah dipotong kondisi organ tubuh ada cacing. Apabila ini kita temukan, maka organ tubuh itu tidak layak dikonsumsi," ujar Arief.
Dinas Pertanian memprediksi jumlah hewan kurban yang akan dipotong di Kabupaten Agam mencapai 5.700 ekor. Angka ini dinilai cukup tinggi mengingat daerah tersebut sempat dilanda bencana alam pada akhir tahun 2025 lalu.
Menurut Arief, tingginya angka prediksi ini menunjukkan bahwa minat ibadah kurban masyarakat tetap kuat meski baru saja melewati masa sulit. "Ini sesuai prediksi, karena kemampuan berkurban cukup tinggi dan bencana melanda daerah itu pada akhir 2025, tidak mengurangi makna berkurban umat," tuturnya.
Saat ini, ribuan hewan kurban dilaporkan sudah mulai memadati pasar-pasar ternak di wilayah Agam. Selain mengandalkan populasi ternak lokal dan pasokan dari kabupaten/kota tetangga di Sumatera Barat, sebagian stok sapi juga didatangkan dari Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan warga.