Wali Kota Sawahlunto Pimpin FGD Idul Adha 2026 dan SPMB Transparan, 3 Poin Kesiapan Ditegaskan

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 11:45:14 WIB
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memimpin FGD persiapan Idul Adha 2026 dan SPMB transparan.

SAWAHLUNTO — Stabilitas keamanan, distribusi bahan pokok, dan pengawasan ibadah menjadi tiga fokus utama yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) jelang Idul Adha 2026. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa seluruh pelayanan publik harus berjalan optimal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Distribusi Bahan Pokok dan Keamanan Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Riyanda meminta aparat keamanan dan perangkat daerah memastikan pasokan kebutuhan masyarakat selama momentum Idul Adha tidak terganggu. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan ibadah di lapangan.

“Momentum Idul Adha harus dipersiapkan secara matang. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait harus memastikan kondisi keamanan, distribusi kebutuhan masyarakat, hingga layanan publik tetap berjalan optimal,” ujar Riyanda.

SPMB 2026: Pakta Integritas Diteken Bersama

Forum yang sama juga dimanfaatkan untuk sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Seluruh peserta menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap proses penerimaan yang transparan, objektif, dan akuntabel.

Menurut Riyanda, akses pendidikan yang setara hanya bisa terwujud jika tidak ada praktik penyimpangan dalam penerimaan siswa baru. Ia mengingatkan bahwa integritas seluruh pihak—dari sekolah hingga dinas terkait—menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kita ingin proses penerimaan murid baru berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, seluruh pihak harus berkomitmen menjaga integritas dalam pelaksanaannya,” katanya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Antisipasi Kendala

Riyanda menambahkan, keberhasilan menjaga suasana kondusif saat Idul Adha maupun pelaksanaan SPMB membutuhkan sinergi aktif antara pemda, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia meminta seluruh OPD dan instansi terkait segera menindaklanjuti hasil kesepakatan FGD tersebut.

“Pelaksanaan di lapangan harus efektif. Berbagai potensi kendala perlu diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Forum yang dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, dan sejumlah perangkat daerah ini menjadi ajang koordinasi strategis menjelang dua agenda besar yang berdekatan waktunya.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: topsumbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top