PADANG PANJANG — Ketua Umum PPEKRAF, Tengku Hj Nurliyana Habsjah Sapuan, melantik Maria Feronika sebagai Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat. Dalam prosesi yang berlangsung di Padang Panjang tersebut, Nurliyana menekankan pentingnya kreativitas daerah untuk menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Kualitas produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia, menurut Nurliyana, memiliki daya saing tinggi yang tidak kalah dari produk asing. Keunggulan utama terletak pada sentuhan kearifan lokal yang menjadi identitas unik setiap daerah, termasuk di Sumatera Barat.
Keunggulan Kearifan Lokal Minang di Pasar Internasional
“Kita punya kearifan lokal yang tidak dimiliki asing. Jadi ini sebuah keunggulan daerah,” ujar Nurliyana usai melantik Maria Feronika yang juga merupakan istri Wali Kota Padang Panjang tersebut.
Nurliyana, yang akrab disapa Liya, menyebut PPEKRAF Sumbar harus mampu bersinergi dengan agenda tahunan seperti Sumbar Creative Economy Festival (SCF). Kolaborasi ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem industri kreatif yang sudah mulai tumbuh subur di wilayah tersebut.
Pelantikan ini sengaja mengambil momentum peringatan Hari Kartini untuk membangkitkan semangat perempuan di sektor industri kreatif. Liya berharap para "Kartini Modern" di Sumbar mampu memberi warna baru bagi kemajuan ekonomi, termasuk memberikan dukungan penuh bagi generasi Z yang mulai terjun ke dunia kreatif.
Rendang dan Wastra Jadi Motor Utama Ekraf Sumbar
Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan ekonomi kreatif di Sumatera Barat berkembang pesat dengan fokus pada digitalisasi dan keberlanjutan (green economy). Berdasarkan tren transaksi di SCF 2025, kuliner khas Minang tetap mendominasi pasar.
- Kuliner: Rendang daging dan ayam, sate Padang, serta gulai nangka menjadi produk dengan peminat tertinggi.
- Fashion dan Kriya: Pakaian dengan sentuhan wastra lokal seperti songket dan batik tanah liek terus diburu kolektor.
- Digital: Subsektor film, animasi, dan video kini masuk dalam roadmap unggulan daerah untuk periode 2025-2029.
Komitmen Maria Feronika Membesarkan PPEKRAF Sumbar
Menanggapi amanah baru tersebut, Maria Feronika menegaskan kesiapannya untuk memimpin organisasi secara profesional dan independen. Fokus utamanya adalah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga guna mengangkat potensi lokal.
“Kita akan bekerjasama dengan semua lembaga untuk memajukan industri ekonomi kreatif lokal,” tegas Maria. Ia optimis bahwa sinergi lintas sektor akan mempercepat penetrasi produk UMKM Sumbar ke pasar yang lebih luas.
Kehadiran PPEKRAF di Sumatera Barat diharapkan menjadi wadah bagi pelaku kreatif untuk mendapatkan dukungan akses pasar dan pengembangan kapasitas, mengingat potensi besar yang dimiliki provinsi ini di sektor kuliner dan kerajinan tangan.