Pencarian

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Temui Warga Sakit 10 Tahun Terbaring di Jorong Sungai Gemuruh, Bantuan Langsung Disalurkan

Kamis, 14 Mei 2026 • 20:40:00 WIB
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Temui Warga Sakit 10 Tahun Terbaring di Jorong Sungai Gemuruh, Bantuan Langsung Disalurkan
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyerahkan bantuan langsung kepada warga sakit menahun di Jorong Sungai Gemuruh.

SIJUNJUNG — Sudah hampir satu dekade Yesi (43) tak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Warga Jorong Sungai Gemuruh, Nagari Padang Laweh Selatan, Kecamatan Koto VII ini mengalami sakit menahun yang membuatnya lemah dan tak berdaya sejak 2018. Kondisi itu mendorong Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir untuk datang langsung, Kamis (14/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Benny mengaku prihatin. Ia memastikan pemerintah daerah tidak hanya hadir secara seremonial, tapi juga memberikan bantuan konkret yang selama ini belum tersentuh.

KK, KTP, dan BPJS Kini Sudah Aktif

Salah satu kendala utama yang dihadapi keluarga Yesi selama ini adalah ketiadaan dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan. Tanpa kartu identitas dan BPJS, akses ke fasilitas kesehatan formal menjadi sulit dan mahal.

“Kartu kependudukan Yesi sudah diurus di Dukcapil dan BPJS juga telah diaktifkan,” ujar Benny dalam keterangannya. Selain itu, bantuan dari Baznas, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan juga telah disalurkan langsung ke keluarga tersebut.

Bupati Minta Puskesmas Aktif Dampingi hingga Rujuk

Bupati Benny menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memfasilitasi penanganan medis Yesi secara lebih lanjut. Ia secara khusus meminta Kepala Puskesmas Padang Laweh, Rika, untuk aktif mendampingi pasien hingga proses rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

“Saat ini keluarga terkendala biaya bolak-balik ke rumah sakit. Karena itu saya minta Puskesmas Padang Laweh berkoordinasi dengan Wali Nagari untuk membantu pendampingan,” tegas Benny.

Tak hanya soal pengobatan, Bupati juga menyoroti masa depan dua anak Yesi yang masih duduk di bangku sekolah. Ia berharap anak-anak tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga tamat SMA tanpa terkendala biaya.

Suami Cerita Perjuangan 10 Tahun: Dari Sariawan hingga Lemas Total

Suparman (46), suami Yesi, menceritakan perjuangan panjang merawat istrinya. Penyakit yang diderita Yesi berawal dari sariawan biasa pada 2016. Setahun kemudian, ia masih bisa beraktivitas. Namun sejak 2018, kondisi tubuhnya terus melemah hingga akhirnya tak bisa bangun.

“Tahun 2017 masih bisa beraktivitas, tapi sejak 2018 sudah tidak bisa lagi, badannya lemas dan tidak berdaya,” ujar Suparman.

Ia mengaku telah membawa istrinya berobat ke RSUD Sijunjung hingga rumah sakit di Solok. Hasil pemeriksaan dokter menyebut ada indikasi saraf terjepit, namun titik pastinya belum diketahui. Meski fisiknya lemah, ingatan Yesi masih baik. Setiap pagi dan sore, Suparman mengantar jemput kedua anaknya yang masih sekolah.

Pesan Bupati: Jangan Tunggu Laporan, Warga Harus Aktif Melapor

Di sela kunjungan, Bupati Benny mengingatkan para wali nagari dan kepala jorong agar lebih proaktif melaporkan kondisi warga yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa mengetahui seluruh kondisi masyarakat tanpa laporan dari bawah.

“Jangan diam saja. Pemerintah daerah tidak mungkin mengetahui seluruh kondisi masyarakat tanpa laporan dari bawah. Kalau tidak ada laporan, tentu kami menganggap masyarakat baik-baik saja,” katanya.

Kunjungan itu dihadiri jajaran Kepala Dinas Kesehatan Harry Oscar Hidayat, Kepala Dinas Sosial Yosfritas, Kepala BKAD Defri Antoni, Kepala Disnakertrans David Rinaldo, Kasat Pol PP Syamsurijal, Ketua Baznas Hidayatullah, Kepala BPJS Kesehatan, Camat Koto VII Erick Sadenov, Kapus Padang Laweh Rika, dan Pj Wali Nagari Padang Laweh Selatan Syarial.

Bagikan
Sumber: jurnalsumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks