SUMATERA BARAT — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang melaporkan eskalasi kejadian kebakaran yang menembus angka 107 kasus sepanjang periode Januari hingga April 2026. Data ini dirilis resmi di Markas Komando (Mako) Damkar Kota Padang sebagai bentuk evaluasi rutin terhadap keamanan wilayah perkotaan.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyatakan bahwa frekuensi kebakaran sejak awal tahun ini tergolong tinggi. Objek yang terdampak mencakup area luas, mulai dari rumah tinggal, ruko, gudang, kendaraan, hingga lahan terbuka di berbagai titik di Padang.
“Jadi dari awal tahun hingga April, itu lebih kurang ada seratus lebih kejadian kebakaran,” ujar Rinaldi dalam keterangan resminya, Jumat (15/5).
Rincian 107 Kasus Kebakaran Sepanjang Januari-April 2026
Berdasarkan data rekapitulasi otoritas pemadam kebakaran, fluktuasi kejadian terpantau stabil di angka puluhan kasus setiap bulannya. Berikut adalah rincian sebaran peristiwa kebakaran di Kota Padang selama caturwulan pertama tahun ini:
- Januari: 30 kasus kebakaran.
- Februari: 23 kasus kebakaran.
- Maret: 26 kasus kebakaran.
- April: 28 kasus kebakaran.
Selain bangunan permanen seperti ruko dan rumah, petugas di lapangan seringkali menangani kebakaran yang bersumber dari infrastruktur listrik luar ruang, seperti kabel dan meteran listrik, serta kebakaran lahan dan pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Risiko Arus Pendek dari Instalasi Listrik Tidak Standar
Faktor utama yang menjadi pemicu kebakaran di ibu kota Sumatera Barat ini adalah kegagalan sistem kelistrikan atau arus pendek. Rinaldi mengungkapkan bahwa penggunaan instalasi listrik yang tidak aman serta penumpukan beban pada colokan listrik menjadi titik lemah yang sering diabaikan masyarakat.
Data statistik menunjukkan tren kenaikan kasus akibat arus pendek setiap bulannya. Pada Januari tercatat 17 kasus, jumlah yang sama terjadi pada Februari. Angka ini kemudian merangkak naik menjadi 19 kasus pada Maret dan mencapai puncaknya di bulan April dengan 20 kasus akibat korsleting.
“Kalau melihat frekuensinya, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik,” tambah Rinaldi. Selain persoalan listrik, penyebab sekunder lainnya mencakup kebocoran bahan bakar kendaraan, masalah pada kompor rumah tangga, serta aktivitas pembakaran sampah.
Protokol Keamanan Rumah Menjelang Libur Panjang
Menyikapi tingginya angka kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang menerbitkan instruksi keselamatan bagi masyarakat yang berencana meninggalkan rumah dalam waktu lama. Kewaspadaan mandiri dianggap sebagai garda terdepan dalam menekan angka kebakaran di sisa tahun 2026.
“Kami dari Dinas Kebakaran mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang, sebelum meninggalkan rumah supaya melepas colokan listrik, AC, lampu, dan termasuk colokan yang ditambah-tambah,” tegas Rinaldi.
Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kebakaran saat rumah dalam kondisi kosong. Otoritas terkait menekankan pentingnya standarisasi kabel dan peralatan elektronik guna memastikan sistem kelistrikan rumah tangga mampu menahan beban penggunaan harian secara aman.