DHARMASRAYA — Budi Waluyo, wartawan senior yang juga anggota PWI Sumatera Barat, menyatakan bahwa kunci utama lahirnya pengurus terbaik adalah melalui mekanisme pemilihan yang berintegritas. Ia menyebut proses konferensi harus dijalankan oleh panitia dengan cara-cara yang terbaik dan sesuai regulasi yang berlaku.
Proses Pemilihan Tentukan Kualitas Program
Menurut Budi, konferensi bukan sekadar ajang seremonial memilih ketua baru. Tujuan utamanya adalah membentuk kepengurusan yang kemudian akan menyusun dan menjalankan program kerja untuk tiga tahun ke depan.
"Pengurus yang terbaik akan lahir dari cara-cara pemilihan yang terbaik pula, maka akan berjalan program dengan baik," ungkapnya kepada harianhaluan.id, Jumat (15/5) melalui sambungan telepon.
Regulasi Jadi Pedoman Panitia
Mantan Kepala DLH Dharmasraya itu menegaskan, panitia konferensi memiliki tanggung jawab untuk menjalankan seluruh tahapan sesuai aturan organisasi. Ia menilai, kepatuhan terhadap regulasi inilah yang akan menjamin kredibilitas hasil konferensi.
"Regulasi yang ada untuk dijalankan oleh panitia itu adalah cara-caranya yang akan dilaksanakan. Itulah yang dituntut agar panitia melaksanakan cara-cara yang terbaik tadi," kata Budi.
Siapapun Terpilih, Itu yang Terbaik
Budi Waluyo juga menekankan bahwa hasil akhir dari konferensi harus diterima oleh seluruh anggota PWI Dharmasraya. Ia meyakini, siapapun yang nantinya duduk sebagai ketua, keputusan forum merupakan yang terbaik untuk kemajuan pers di Dharmasraya.
"Siapapun yang terpilih nanti, itulah yang terbaik memimpin PWI Kabupaten Dharmasraya tiga tahun mendatang," pungkasnya.
Konferensi PWI Dharmasraya ini menjadi momentum penting bagi organisasi wartawan di daerah tersebut untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme. Selain memilih ketua, forum ini juga diharapkan mampu merumuskan program-program strategis yang relevan dengan kebutuhan jurnalisme lokal.