SOLOK SELATAN — Operasi gabungan yang digelar untuk memberantas tambang emas ilegal di Solok Selatan gagal total setelah informasi penertiban bocor ke para penambang. Saat petugas tiba di lokasi pada Senin lalu, tak satu pun pelaku ditemukan di area pertambangan tanpa izin (PETI) tersebut.
Informasi soal rencana razia diketahui para penambang jauh-jauh hari sebelum tim gabungan bergerak. Akibatnya, saat petugas dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP memasuki kawasan tambang di Kecamatan Sangir, area itu sudah sepi.
Sejumlah peralatan berat seperti mesin dompeng dan selang air masih terlihat teronggok di lokasi. Namun, puluhan penambang yang biasanya beraktivitas sejak pagi sudah tidak ada.
Kapolres Solok Selatan melalui Kasat Reskrim membenarkan bahwa operasi kali ini tidak membuahkan hasil maksimal. "Kami tidak menemukan satu orang pun. Peralatan masih ada, tapi manusianya sudah kabur," ujarnya.
Pihak kepolisian menduga kebocoran informasi terjadi dari internal atau warga sekitar yang bersimpati pada penambang. Dugaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini bukan pertama kali terjadi di Solok Selatan. Sejumlah operasi serupa di masa lalu juga kerap gagal karena informasi razia bocor lebih dulu.
Pemerintah daerah setempat berencana mengevaluasi prosedur operasi agar lebih tertutup. Salah satu opsi yang dibahas adalah menggandeng aparat dari luar daerah untuk meminimalisir kebocoran.
Meski gagal menangkap pelaku, petugas tetap menyita sejumlah peralatan yang ditinggalkan. Barang bukti itu kini diamankan di Mapolres Solok Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres menegaskan bahwa operasi serupa akan terus digelar secara berkala. "Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada aktivitas ilegal, kami akan terus turun," tegasnya.