SUMATERA BARAT — Keputusan penutupan total diambil setelah tim Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan Polres Padang Panjang memantau langsung lokasi longsor. Pantauan menggunakan drone mengungkapkan adanya bongkahan batu besar di bagian atas tebing yang sangat rawan runtuh ke badan jalan. Kondisi ini membuat pembersihan material tertunda, paling cepat baru bisa dikerjakan Selasa (16/4) jika tanah sudah benar-benar stabil.
Longsor terjadi pukul 13.00 WIB di titik sekitar 500 meter dari Jembatan Kembar. Material batu dan tanah menutup total badan jalan, membuat kendaraan dari arah Padang maupun Bukittinggi tidak bisa melintas. Tim HKI yang melakukan pemantauan lewat udara menemukan satu batu besar di posisi sangat kritis di atas lokasi longsor.
“Alhamdulillah tidak ada korban,” demikian disampaikan dalam laporan langsung dari lokasi oleh akun TikTok Bastra Sinaro yang melakukan siaran langsung di tempat kejadian. Dari tayangan itu, terlihat batu-batu besar memenuhi aspal dan petugas berjaga di kedua sisi portal yang sudah dipasang.
Pengendara yang hendak menuju Padang atau Bukittinggi dialihkan ke jalur alternatif Malalak atau Sitinjau Lauik. Hingga berita ini ditulis pukul 16.00 WIB, belum ada alat berat yang mendekat ke lokasi longsor. Petugas hanya berjaga dan memantau pergerakan tanah dari jarak aman.
Jalur Lembah Anai sendiri masih dalam tahap pembangunan pascahancur akibat galodo (banjir bandang) akhir tahun lalu. Menurut data HKI, progres pengerjaan telah mencapai 73 persen dan jalur sempat dibuka 24 jam penuh sebelum longsor kali ini memaksa penutupan total kembali.
Fakta mengejutkan dari insiden ini adalah longsor terjadi saat cuaca di sekitar lokasi tidak sedang hujan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa struktur tebing di KM 66,700 masih sangat labil, terutama setelah bencana galodo sebelumnya. Tim di lapangan belum bisa memastikan kapan jalur akan kembali dibuka, sangat tergantung pada hasil evaluasi lanjutan menggunakan drone dan kondisi geoteknik di lokasi.
Polres Padang Panjang bersama HKI mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepastian waktu pembukaan jalur akan diumumkan setelah proses pembersihan material dan pemantauan batu besar di atas tebing dinyatakan aman.