SUMATERA BARAT — National Weather Service (NWS) memperingatkan suhu akan melonjak di sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian tengah dan timur serta Kanada mulai pekan ini. Kelembaban tinggi turut memperparah kondisi, membuat suhu terasa jauh lebih panas dari angka aktual. Di beberapa titik, seperti Southern Great Plains dan mid-Mississippi valley, suhu terasa bisa mencapai 46°C (115°F).
Ukuran resmi dampak panas pada tubuh manusia, Wet Bulb Global Temperature (WBGT), menjadi acuan. Dua pertandingan diprediksi mendekati ambang batas yang dianggap Fifpro terlalu berisiko: Argentina vs Cape Verde di Miami dan Kolombia vs Ghana di Kansas City, Jumat (3/7). Kelembaban tinggi di kedua kota membuat suhu terasa mencapai 40°C (104°F).
Di Houston, laga Brasil vs Jepang pada Senin (30/6) akan terasa seperti 44°C (111°F) di luar stadion. Sementara Inggris vs DR Kongo di Atlanta, Rabu (1/7), juga akan terasa panas dan lembab di luar arena ber-AC.
Kombinasi suhu tinggi dan kelembaban ekstrem memicu potensi badai petir. Aturan turnamen menyebut pertandingan harus dihentikan jika badai berada dalam radius 13 kilometer dari stadion. Laga Argentina vs Cape Verde di Miami pada Jumat berisiko tinggi terkena dampak badai petir. Untuk Inggris vs DR Kongo di Atlanta, risiko badai kecil namun tetap ada, terutama setelah pertandingan usai.
Suhu pada malam hari diprediksi tak turun di bawah 20°C (70°F), yang oleh meteorolog disebut sebagai "tropical night". Kondisi ini menyulitkan pemulihan fisik pemain. Puncak gelombang panas diperkirakan terjadi akhir pekan ini, saat babak 16 besar bergulir di Philadelphia dan New Jersey. Suhu di sana diprediksi mencapai 38°C (100°F) dengan suhu terasa di atas 40°C (104°F).
Di dalam stadion yang ber-AC, suhu akan jauh lebih nyaman bagi pemain dan penonton. Namun, perjalanan menuju dan dari stadion menjadi risiko utama, terutama di Texas yang menjadi wilayah terpanas pekan ini.