PADANG — Kenaikan harga pangan di Sumatera Barat masih berlanjut. Data SP2KP Kemendag yang dirilis pukul 17.53 WIB menunjukkan, cabai merah besar menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi, yakni naik Rp1.000 (2,08%) menjadi Rp48.967 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah tren penurunan indeks harga pangan global yang sudah berlangsung tiga bulan berturut-turut.
Selain cabai merah besar, komoditas lain yang ikut naik adalah cabai merah keriting yang kini dibanderol Rp49.514 per kg atau naik 0,88%. Minyak goreng sawit curah juga naik 0,79% menjadi Rp18.981 per liter, dan Minyakita naik tipis 0,34% ke harga Rp15.835 per liter. Bawang putih honan melengkapi daftar komoditas yang naik dengan kenaikan 0,09% menjadi Rp37.413 per kg.
Di sisi lain, tiga komoditas tercatat mengalami penurunan harga. Daging sapi paha belakang turun paling signifikan secara nominal, meski hanya 0,04% menjadi Rp147.648 per kg. Sementara itu, cabai rawit merah turun 0,14% menjadi Rp49.039 per kg, dan daging ayam ras turun tipis 0,02% ke harga Rp33.316 per kg.
Sejumlah bahan pokok lainnya terpantau stabil. Beras premium masih bertahan di Rp17.203 per kg, beras medium di Rp15.902 per kg, dan telur ayam ras di Rp27.862 per kg. Gula pasir curah juga tidak bergerak dari posisi Rp18.682 per kg, begitu pula tepung terigu yang tetap di angka Rp13.070 per kg.
Bawang merah menjadi satu-satunya komoditas sayuran yang harganya tetap, yakni Rp34.460 per kg. Sementara kedelai impor juga tidak mengalami perubahan, masih di level Rp13.628 per kg.