PADANG — Kepala sekolah di era modern tidak lagi cukup hanya mengurus surat-menyurat dan jadwal pelajaran. Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa mereka harus menjadi pemimpin yang mampu menginspirasi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk terus berkembang. Hal ini ia sampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala SMA/SMK se-Sumatera Barat bertema "Sinergi Kepemimpinan Pendidikan dan Kebijakan Daerah untuk Membangun SDM Unggul".
Dalam pemaparannya, Muhidi mengingatkan bahwa hakikat kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi dan membangun kepercayaan, bukan sekadar memberi instruksi. Ia mencontohkan kepemimpinan Rasulullah SAW yang dinilai berhasil membangun peradaban melalui akhlak dan kejujuran.
"Kepala sekolah harus mampu menjadi inspirasi bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Keteladanan akan jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan perintah," ujar Muhidi.
Kegiatan yang diikuti oleh kepala sekolah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, VII, dan VIII ini menyoroti urgensi mencetak SDM unggul. Wilayah tersebut meliputi Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Kepulauan Mentawai, dan Pesisir Selatan.
Muhidi menjelaskan, Indonesia tengah memasuki era bonus demografi. Menurutnya, ini menjadi peluang besar jika pendidikan mampu melahirkan lulusan yang adaptif, berkarakter, dan kompetitif. Perkembangan teknologi serta digitalisasi disebutnya sebagai tantangan yang harus dijawab dengan inovasi di dunia pendidikan.
"Generasi yang kita didik hari ini akan menjadi penentu arah bangsa pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan SDM yang adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing," katanya.
Muhidi menekankan bahwa kepemimpinan pendidikan yang kuat harus dibangun di atas karakter, integritas, dan nilai-nilai keimanan. Ia mengajak para kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada target administratif, tetapi juga membangun budaya kerja yang solutif di lingkungan sekolah masing-masing.
Bimtek ini menjadi ajang bagi para kepala sekolah untuk menyelaraskan visi pendidikan dengan kebijakan daerah. Tujuannya, mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.