SIMPANG EMPAT — Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi ini dikerjakan dengan sistem swakelola. Artinya, anggaran langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah dan dicairkan dalam dua tahap.
"Kami terus melakukan monitoring pelaksanaan pembangunannya agar tepat sasaran dan sesuai waktu yang ditetapkan," ujar Imter Pedri di Simpang Empat, Rabu.
Dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini menyasar jenjang pendidikan dari TK hingga SMP. Berikut rincian sekolah yang sudah dipastikan menerima anggaran:
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Idris, mengatakan bahwa selain 25 sekolah tersebut, masih ada sembilan SD dan enam SMP yang tengah diverifikasi sebagai calon penerima revitalisasi. "Tim saat ini sedang verifikasi ke lapangan melengkapi dokumen-dokumen persyaratannya," jelas Idris.
Ia berharap seluruh pengerjaan mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditentukan agar sekolah-sekolah itu bisa segera digunakan dengan baik oleh para murid.
Pemilihan sistem swakelola disebut sebagai upaya mempercepat proses pembangunan. Dengan anggaran yang langsung dikelola pihak sekolah, diharapkan tidak ada birokrasi berbelit yang menghambat perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana.