SUMATERA BARAT — Sirkuit Sachsenring, Jerman, menjadi saksi bagaimana Jorge Martin bermain aman namun tetap efektif di puncak klasemen. Finis di posisi keenam pada sprint race MotoGP Jerman, Sabtu (18/7), Martin justru melihat peluangnya menjauh dari pengejar terdekat.
Marco Bezzecchi, yang saat ini duduk di posisi kedua klasemen, tidak ambil bagian dalam sprint race. Absennya pembalap Mooney VR46 Racing Team itu membuat Martin bisa memperlebar jarak di tabel juara dunia tanpa harus memaksakan diri meraih podium.
Martin mengawali sprint race dengan cukup hati-hati. Start dari posisi ketiga, ia memilih tidak terlibat duel agresif di lap-lap awal. Strategi itu membuahkan hasil: pembalap Spanyol itu tetap mengamankan poin penting.
"Prioritas saya adalah finis dan mengumpulkan angka. Saya tahu Bezzecchi tidak ada di sini, jadi saya tidak perlu mengambil risiko berlebihan," ujar Martin dalam sesi wawancara usai balapan.
Dengan hasil ini, Martin kini mengoleksi 189 poin, unggul 17 poin dari Bezzecchi yang masih tertahan di 172 poin. Ini adalah jeda terbesar yang berhasil diciptakan Martin sejak awal musim.
Sprint race di Sachsenring memang bukan panggilan terbaik bagi Martin. Catatan waktunya menunjukkan ia kesulitan mengejar ritme tiga besar yang dihuni oleh Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, dan Marc Marquez. Namun, dalam konteks perebutan gelar, manajemen balapan Martin dianggap cerdas.
Beban kini justru berada di pundak Bezzecchi. Pembalap Italia itu harus tampil maksimal dalam balapan utama hari Minggu jika tak ingin kehilangan kontak dengan Martin. Absen di sprint race membuatnya kehilangan kesempatan memangkas poin, sebuah peluang emas yang terbuang sia-sia.
Martin sendiri enggan berpuas diri. "Masih panjang musim ini. Saya hanya fokus pada balapan berikutnya, tidak mau terlalu lama menikmati keunggulan," tambahnya.
Balapan utama MotoGP Jerman akan berlangsung Minggu (19/7) pukul 19.00 WIB. Semua mata akan tertuju pada duel Martin dan Bezzecchi yang diprediksi berlangsung sengit.