Jurnalis Lingkungan Hidup Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Pesisir Selatan untuk Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026

Penulis: Muzakir Salim  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:10:23 WIB
Jurnalis Lingkungan Hidup menanam ratusan bibit mangrove di kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Pesisir Selatan, dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2026.

PESISIR SELATAN — Ratusan bibit mangrove dan puluhan tukik akan menjadi simbol komitmen pelestarian ekosistem pesisir dalam aksi yang digagas Jurnalis Lingkungan Hidup. Rencananya, kegiatan ini akan dipusatkan di Konservasi Penyu Amping Parak pada Minggu (26/7/2026).

Mengapa Lokasi Ini Dipilih?

Kawasan Konservasi Penyu Amping Parak di Kecamatan Sutera dinilai sebagai lokasi strategis. Selain merupakan habitat penting penyu, kawasan ini juga memiliki hamparan mangrove yang perlu dijaga kelestariannya.

“Kami ingin mangrove tetap tumbuh dan generasi penyu terus lestari. Keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam pesisir,” ujar Soni, Minggu (19/7/2026).

Mangrove: Benteng Alami yang Terancam

Menurut Soni, mangrove memiliki peran vital yang kerap luput dari perhatian. Tanaman ini tidak hanya menahan abrasi pantai, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap karbon, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Ia menekankan bahwa kerusakan mangrove bukan sekadar hilangnya pepohonan. Lebih dari itu, hal itu mengancam benteng alami pantai, habitat satwa, hingga sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Aksi ini merupakan dukungan terhadap Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Gabung Aksi Tanam dan Lepas Tukik

Dalam kegiatan tersebut, Jurnalis Lingkungan Hidup menggabungkan dua aksi dalam satu waktu: penanaman mangrove dan pelepasan tukik. Keduanya menjadi simbol komitmen menjaga ekosistem pesisir dan kelestarian satwa dilindungi.

“Jurnalis Lingkungan Hidup ingin menjadi bagian dari gerakan nasional pelestarian mangrove. Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkap Soni.

Jurnalis Tak Sekadar Meliput

Soni menegaskan bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada pemberitaan. Organisasinya berkomitmen mendorong gerakan konservasi, edukasi, dan advokasi lingkungan.

“Kami percaya jurnalisme lingkungan tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalis juga harus menjadi penggerak lahirnya aksi positif dalam menjaga kelestarian alam,” tutupnya.

Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri anggota DPD RI, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Forkopimca, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, serta pegiat konservasi.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: katasumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top