Yoko Higuchi-Zitzmann Luncurkan Dreamkite Studios, Studio Produksi Berbasis AI

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Kamis, 10 September 2026 | 20:47:31 WIB
Dreamkite Studios hadir sebagai perusahaan produksi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam pembuatan film dan serial.

SUMATERA BARAT — Dreamkite Studios hadir sebagai perusahaan produksi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses pembuatan film dan serial. Pengumuman ini disampaikan Variety pada hari yang sama dengan wawancara eksklusif bersama Higuchi-Zitzmann.

Higuchi-Zitzmann bukan nama baru di industri media internasional. Ia telah berkecimpung selama 20 tahun dan membangun jaringan dengan penulis skenario, sutradara, serta pencerita terbaik dunia.

Fokus Awal: Konten Pendek, lalu Film dan Serial

Dreamkite Studios akan memulai langkah dari produksi konten pendek. Namun Higuchi-Zitzmann menegaskan pihaknya juga menyiapkan pengembangan film layar lebar dan serial.

"Kami ingin mulai dengan konten pendek, tetapi kami juga ingin mengembangkan film fitur dan serial karena apa yang tidak mungkin sekarang akan mungkin dalam empat bulan, dan apa yang tidak mungkin dalam empat bulan akan mungkin dalam delapan bulan," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI bergerak sangat cepat. Dreamkite ingin siap mengambil langkah berikutnya begitu kapasitas produksi meningkat.

Peluang Besar di Animasi, Iklan, hingga Film Fantasi

Higuchi-Zitzmann melihat animasi dan periklanan sebagai sektor yang sudah mapan untuk produksi AI. Dalam jangka panjang, film fitur dan serial panjang juga bisa diproduksi dengan pendekatan AI maupun hybrid.

Ia mencontohkan film aksi berskala besar atau film fantasi yang selama ini sulit dibiayai dari Eropa. Dengan AI, produksi bisa dilakukan tanpa harus membangun set raksasa di Selandia Baru atau syuting di Pegunungan Himalaya.

"Ada kemungkinan besar untuk film fitur dan serial, dan ini juga peluang besar bagi Eropa," kata Higuchi-Zitzmann.

Distribusi Disruptif Jadi Pertimbangan Utama

Konten yang disruptif menuntut pendekatan distribusi yang tidak konvensional. Higuchi-Zitzmann menyebut pentingnya berpikiran terbuka soal jalur distribusi.

Beberapa opsi yang ia pertimbangkan mencakup distribusi langsung lewat aplikasi di perangkat mobile, kanal YouTube dengan pendapatan iklan, hingga membangun platform sendiri.

Meski begitu, ia tetap menghormati ekosistem tradisional. Higuchi-Zitzmann menyatakan ingin bekerja sama dengan penyiar, layanan streaming, dan perusahaan distribusi besar, sembari tetap berpikir out of the box.

Menjawab Kekhawatiran Industri soal AI

Ketakutan dan ketidakpastian di kalangan pekerja kreatif soal AI bukan hal yang diabaikan Higuchi-Zitzmann. Ia mengaku memahami kekhawatiran tersebut.

"Saya pikir ada banyak ketidakamanan dan ketakutan, yang benar-benar bisa saya pahami, tetapi produksi AI akan menciptakan banyak lapangan kerja manusia baru," ujarnya.

Ia meyakini kreator yang mau merangkul teknologi baru akan meraih kesuksesan di masa depan. Saran Higuchi-Zitzmann, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat dan teknologi untuk memperkuat konten buatan manusia, bukan menggantikannya.

Langkah Dreamkite Studios menambah daftar perusahaan yang mencoba menjembatani produksi tradisional dan teknologi AI. Bagi industri hiburan global, termasuk pasar Asia, model hybrid semacam ini berpotensi mengubah cara proyek berbiaya besar dibiayai dan diproduksi.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top