Gunung Marapi Semburkan Asap Kawah 400 Meter, Warga Bantaran Sungai di Agam dan Tanah Datar Diminta Waspada Lahar Dingin

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 21 September 2026 | 08:16:01 WIB
Gunung Marapi menyemburkan asap kawah putih setinggi sekitar 400 meter di atas puncak kawah utama.

PADANG — Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, masih menunjukkan aktivitas vulkanik fluktuatif. Petugas pengamat mencatat asap kawah bertekanan sedang berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, membumbung sekitar 400 meter di atas puncak kawah utama.

Pemantauan berlangsung sepanjang Minggu, 20 September 2026, dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB. Cuaca di sekitar kawasan puncak bervariasi, mulai cerah, berawan, hingga diguyur hujan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dengan suhu udara 16,1 hingga 21,4 derajat Celsius dan kelembapan 88,6 hingga 93 persen.

Gempa Hembusan dan Tremor Non-Harmonik Mendominasi

Rekaman seismograf menunjukkan aktivitas kegempaan didominasi gempa Hembusan dan Tremor Non-Harmonik. Gempa Hembusan terekam 33 kali dengan amplitudo 3,6 hingga 6,1 milimeter dan durasi 18 hingga 71 detik.

Tremor Non-Harmonik tercatat 31 kali, amplitudo 3,1 hingga 6,3 milimeter, durasi 80 hingga 407 detik. Instrumen juga merekam dua kali gempa Low Frequency, satu kali gempa Vulkanik Dalam, dan dua kali gempa Tektonik Jauh.

Tremor Menerus (Microtremor) terekam konsisten sepanjang hari dengan amplitudo 3,5 hingga 5 milimeter dan amplitudo dominan 4 milimeter. Secara visual, tubuh gunung terlihat jelas meski sempat tertutup kabut pada skala 0-II hingga 0-III.

Radius 3 Kilometer dari Kawah Verbeek Dilarang Dimasuki

Penyusun laporan pengamatan, Teguh Firmansyah, menekankan status Level II (Waspada) membuat PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan. Warga, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi Kawah Verbeek.

"Warga, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek)," kata Teguh Firmansyah dalam laporan pengamatan.

Ancaman Lahar Dingin di Bantaran Sungai Berhulu Marapi

Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. Material vulkanik yang menumpuk di lereng berpotensi terbawa aliran air saat hujan deras turun.

Imbauan serupa pernah disampaikan PVMBG pada periode-periode sebelumnya ketika Marapi berada di Level II. Banjir lahar dingin bisa datang cepat tanpa peringatan visual dari puncak, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.

PVMBG meminta warga memantau perkembangan informasi resmi dari pos pengamatan dan aparat setempat. Status Level II (Waspada) masih berlaku hingga laporan pengamatan berikutnya dirilis.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: padang.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top