BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Empat Kabupaten Sumbar Mulai Siang Hingga Dini Hari

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Senin, 21 September 2026 | 10:46:31 WIB
BMKG Minangkabau merilis peringatan hujan sedang hingga lebat di empat kabupaten Sumatera Barat.

PADANGBMKG Minangkabau merilis prakiraan cuaca terkini untuk wilayah Sumatera Barat. Empat kabupaten masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat, yaitu Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Peringatan ini dirilis pukul 08.40 WIB. Wilayah sekitar keempat kabupaten tersebut juga berpotensi terdampak.

Pagi Cerah Berawan, Siang Mulai Turun Hujan

Pada pagi hari, cuaca Sumbar diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kondisi ini berubah memasuki siang hingga sore.

Hujan ringan berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok, dan Solok Selatan.

Malam hari, hujan ringan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah. Selain kabupaten yang disebut sebelumnya, Pariaman, Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya juga masuk daftar.

Dini Hari Kembali Waspada Hujan Lebat

Memasuki dini hari, cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan sedang hingga lebat kembali muncul di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Suhu udara Sumbar berkisar 18–31 derajat Celsius dengan kelembapan 65–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–26 kilometer per jam.

Imbauan BMKG untuk Warga

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat agar tetap waspada. Kesiapsiagaan diperlukan mengingat cuaca bisa berubah cepat.

Warga yang tinggal di daerah rawan genangan atau longsor disarankan memantau perkembangan cuaca secara berkala. Informasi terbaru bisa diakses melalui kanal resmi BMKG.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: katasumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top