Pemkot Solok Kembangkan 2.000 Bibit Krisan di Payo, Incar Sentra Tanaman Hias

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:06:00 WIB
Bibit bunga krisan ditanam di dalam screenhouse kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok.

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian dan Pangan menanam 2.000 bibit bunga krisan di kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, sebagai percontohan budidaya tanaman hias. Pembibitan yang berjalan beberapa hari terakhir itu dipusatkan di dalam screenhouse untuk mengamati pertumbuhan sejumlah varietas krisan pada kondisi agroklimat setempat. Jika hasilnya baik, budidaya krisan akan diperluas dengan peningkatan kapasitas petani dan pemasaran hasil produksi.

SOLOK — Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok Joni Harnedi menyatakan kawasan Payo dipilih karena kondisi iklim dan ketinggiannya dinilai sesuai untuk pengembangan bunga krisan. Bibit ditanam di dalam screenhouse sebagai tahap awal pengamatan.

Mengapa Payo Dipilih untuk Pembibitan Krisan

Penanaman dilakukan untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan beberapa varietas krisan pada kondisi agroklimat Kota Solok. Menurut Joni, penggunaan beberapa varietas sekaligus bertujuan mengetahui jenis krisan yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik.

Hasil pengamatan itu akan menjadi dasar pengembangan budidaya pada skala lebih luas. "Pembibitan bunga krisan sudah berjalan beberapa hari. Setelah ini akan dilakukan monitoring dan perawatan secara berkala, termasuk melihat tanaman yang tidak tumbuh untuk kemudian dilakukan penyulaman," kata Joni.

Permintaan Bunga Potong Jadi Peluang Pasar

Joni menilai krisan memiliki peluang dikembangkan karena kebutuhan bunga potong dan tanaman hias di Kota Solok cukup beragam. Permintaan datang dari kebutuhan kegiatan, penjual buket, hingga hiasan ruangan.

"Permintaan bunga krisan di Kota Solok antara lain berasal dari kebutuhan kegiatan, penjual buket dan untuk hiasan ruangan. Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan ke depan," ujarnya.

Bunga krisan umumnya dapat dipanen sekitar 8-12 minggu setelah ditanam. Waktu panen bisa berbeda bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, teknik budidaya, dan musim.

Screenhouse Memudahkan Pengamatan Tanaman

Pengembangan krisan di Payo diarahkan untuk memperoleh gambaran teknis mengenai kebutuhan tanaman. Mulai dari media tanam, air, pemeliharaan, hingga hasil bunga yang dihasilkan selama masa percontohan.

Keberadaan screenhouse memungkinkan proses pengamatan dan pemeliharaan dilakukan pada lingkungan yang lebih terkontrol. Hasil percontohan itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah sebelum budidaya diperluas.

Langkah Lanjutan Jika Percontohan Berhasil

Apabila hasil percontohan menunjukkan pertumbuhan dan produksi yang baik, pengembangan krisan dapat dilanjutkan. Caranya melalui peningkatan kapasitas budidaya, keterampilan petani, dan pemasaran hasil produksi.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi komoditas hortikultura di Kota Solok. Produksi tanaman hias lokal diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pasar dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

"Harapan kita kegiatan ini dapat berjalan lancar. Mudah-mudahan ke depan Kota Solok dapat menjadi salah satu sentra produksi tanaman hias, khususnya bunga krisan," kata Joni.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top