Rumah Tahanan Negara (Rutan) Padang, Sumatera Barat, menggelar tes urine mendadak dan acak terhadap 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta 20 pegawai pada malam hari. Seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif narkoba. Tes ini dilakukan usai razia gabungan bersama Polisi, BNNP, dan TNI untuk mencegah peredaran narkotika di lingkungan rutan.
PADANG — Kepala Rutan Padang Mai Yudiansyah menyebut tes urine acak itu menyasar 30 warga binaan dan 20 pegawai yang dipilih secara mendadak. Pemeriksaan berlangsung malam hari, setelah petugas menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum.
Razia melibatkan personel dari kepolisian, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), dan TNI. Menurut Mai, pengawasan ketat diperlukan karena rutan menjadi titik rawan penyelundupan narkoba dengan berbagai modus.
Dari 30 warga binaan yang diperiksa, tidak satu pun menunjukkan hasil positif narkoba. Hal serupa berlaku bagi 20 pegawai yang menjalani tes urine pada malam yang sama.
"Tiga puluh warga binaan dilakukan tes urine secara acak dan mendadak malam tadi, hasilnya semua negatif," kata Mai Yudiansyah di Padang.
Ia menambahkan, hasil negatif ini menjadi sinyal baik bahwa peredaran narkotika di dalam rutan bisa ditekan. Meski begitu, pengawasan tidak boleh kendur.
"Tapi Alhamdulillah hasil tes secara acak yang telah dilakukan malam tadi semuanya dinyatakan negatif, namun demikian pengawasan tidak bisa dikendorkan," ujarnya.
Rutan Padang saat ini dihuni 990 orang. Sekitar enam puluh persen di antaranya merupakan warga binaan yang terjerat kasus narkotika.
Komposisi penghuni itu membuat pengawasan menjadi prioritas utama. Mai menilai kemungkinan penyelundupan narkoba ke dalam rutan masih terbuka lewat berbagai cara.
"Dengan kondisi demikian maka pengawasan mutlak harus dilakukan, karena kemungkinan penyelundupan narkoba ke dalam Rutan itu masih ada dengan berbagai modus dan caranya," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Rutan Padang menjadwalkan razia gabungan secara rutin. Tes urine juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Mai menyatakan tes urine penting untuk mendeteksi dini peredaran narkotika di lingkungan rutan. Jika ada warga binaan yang urinenya positif, itu bisa menjadi indikasi bahwa peredaran narkoba masih terjadi di dalam.
Rutan Padang belum merinci jadwal razia berikutnya. Namun, pengawasan terhadap penghuni dan pegawai akan terus diperketat seiring tingginya jumlah warga binaan kasus narkotika.