Banjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengakibatkan 200 kepala keluarga terdampak, empat orang luka-luka, dan dua warga belum ditemukan. Akses utama jalan nasional di kawasan itu masih terputus akibat material banjir yang menutup badan jalan. BPBD Solok mencatat peristiwa ini terjadi pada Senin (21/9) dan proses pencarian korban hilang masih berlangsung.
SOLOK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Solok mencatat 200 kepala keluarga terdampak banjir bandang di kawasan Arosuka. Empat warga mengalami luka-luka dan dua orang lainnya belum ditemukan hingga proses evakuasi berjalan.
Material banjir menutup akses utama jalan nasional di kawasan tersebut. Operator alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalan dari lumpur dan material yang terbawa arus.
Tim gabungan masih memburu dua warga yang belum ditemukan. Pencarian difokuskan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum arus menyeret mereka.
Empat korban luka-luka sudah mendapat penanganan. Data BPBD Solok belum merinci kondisi terkini para korban maupun lokasi persis tempat mereka ditemukan.
Alat berat dikerahkan ke kawasan Arosuka untuk membuka kembali jalur yang tertutup material banjir. Jalan nasional yang terputus membuat distribusi bantuan dan mobilitas warga terganggu.
Belum ada keterangan resmi soal berapa lama proses pembersihan jalan akan selesai. Petugas masih bekerja membersihkan material di beberapa titik yang dinilai paling parah.
BPBD Solok terus memperbarui data dampak banjir bandang, termasuk jumlah pengungsi dan kerusakan rumah. Pendataan dilakukan di sejumlah kelurahan dan nagari yang dilalui arus banjir.
Warga di sekitar aliran sungai diminta waspada terhadap potensi banjir susulan. Pemantauan cuaca dan debit air menjadi bagian dari langkah antisipasi yang disiapkan petugas di lapangan.