CEO Acer Prediksi Harga PC Mulai Turun Akhir 2027, Sindir Produsen Memori

Penulis: Muzakir Salim  •  Kamis, 24 September 2026 | 20:47:02 WIB
CEO Acer Jason Chen memprediksi harga PC mencapai puncak pada paruh pertama 2027 sebelum melandai akhir tahun.

SUMATERA BARAT — CEO Acer Jason Chen memprediksi harga PC akan mencapai puncaknya pada paruh pertama 2027 lalu mulai melandai menjelang akhir tahun yang sama. Prediksi ini bertentangan dengan sejumlah CEO produsen memori yang meyakini kelangkaan RAM berlanjut hingga 2030. Chen menuding proyeksi mereka lebih soal menjaga margin bisnis AI ketimbang mencerminkan pasokan riil.

Krisis memori yang memukul pasar perangkat keras sejak tahun lalu dipicu lonjakan permintaan dari pembangunan pusat data AI. Pasokan DRAM tersedot habis dan harganya melonjak hingga lima kali lipat. Efeknya menjalar ke hampir semua perangkat yang bergantung pada RAM dalam jumlah besar.

PC, smartphone, kartu grafis, hingga konsol game mengalami kenaikan harga signifikan dalam setahun terakhir. Kelangkaan juga mulai merembet ke permintaan CPU dan motherboard. Di tengah situasi itu, prediksi soal kapan harga kembali normal justru terbelah tajam antar pelaku industri.

Prediksi Chen: Puncak di Paruh Pertama 2027

Jason Chen memperkirakan harga PC masih akan naik sekitar 5-20% sepanjang tahun ini. Kenaikan itu mencapai titik puncaknya pada paruh pertama 2027, sebelum mulai melandai menjelang akhir tahun yang sama. Ia menilai pasar sudah bergerak ke arah perbaikan lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.

Menurut Chen, pasokan sebagian besar jenis RAM dan SSD kini sudah mampu mengimbangi permintaan. Kelangkaan yang tersisa, klaimnya, terbatas pada komponen kelas atas seperti modul DDR5 paling cepat dan CPU Nvidia N1X. Artinya, tekanan harga di segmen mainstream tidak lagi seketat beberapa bulan lalu.

Beda dengan Proyeksi Bos Produsen Memori

Estimasi Chen berseberangan dengan sejumlah nama besar di industri memori. Beberapa bulan lalu, CEO Micron Sanjay Mehrotra memperkirakan kelangkaan berlanjut hingga setelah 2027. CEO SK Hynix Kwak Noh-jung menyebut kelangkaan mencapai puncak pada 2027 dan pasokan tetap terbatas hingga 2030.

Prediksi paling ekstrem datang dari Chairman Adata, Chen Li-bai. Ia memperkirakan harga memori tetap tinggi selama satu dekade ke depan. Proyeksi itu muncul meski sejumlah produsen memori terbesar sudah berencana melakukan ekspansi kapasitas.

Jason Chen menilai proyeksi para bos produsen memori lebih berkaitan dengan upaya mempertahankan margin keuntungan dari ledakan bisnis AI. Menurutnya, proyeksi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas pasokan yang sebenarnya, seperti dikutip dari TechSpot, Kamis (24/9/2026).

Taruhan pada Pasokan Memori Murah dari China

Sebagian optimisme Chen bergantung pada pasokan memori lebih murah dari produsen asal China seperti CMXT. Apple kabarnya telah mempertimbangkan CMXT sebagai pemasok memori. Namun perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, sehingga jalur pasokannya tidak bebas hambatan.

Bagi pengguna Indonesia, arah harga PC dan komponen dalam 12-18 bulan ke depan akan sangat bergantung pada siapa yang benar dalam perdebatan ini. Jika proyeksi Chen tepat, konsumen bisa menunda pembelian ke periode setelah puncak harga. Jika produsen memori yang benar, tekanan biaya pada perangkat akan bertahan jauh lebih lama.

Yang jelas, ekspansi kapasitas pabrik memori dan masuknya pemasok baru dari China menjadi dua variabel kunci. Keduanya akan menentukan apakah harga PC benar-benar melandai pada akhir 2027 atau justru bertahan tinggi hingga dekade berikutnya.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top