Polda Sumatera Barat mengerahkan dua ekor anjing pelacak K9 jenis herder spesifikasi SAR untuk mencari korban banjir bandang di Solok yang masih belum ditemukan. Operasi pencarian menyisir kawasan Kantor Bupati Solok sebagai titik terdampak paling parah, lalu menyusuri jalur aliran air bah. Hingga Kamis siang, tim gabungan belum membuahkan hasil.
PADANG — Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas menyatakan satwa pelacak terlatih dikerahkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian korban di lokasi bencana. Tim memulai penyisiran dari belakang Kantor Bupati Solok, kawasan yang dinilai mengalami kerusakan paling berat.
Selain dua ekor K9, operasi ini melibatkan empat personel terlatih dan dua unit kendaraan khusus. Satwa pelacak diturunkan langsung begitu tiba di Solok.
Data awal yang masuk ke Kantor SAR Padang mencatat dua warga dilaporkan hilang akibat banjir bandang. Sehari setelah kejadian, satu korban ditemukan tim gabungan di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia.
Dengan demikian, satu korban masih dalam pencarian. Korban lain yang mengalami luka-luka masih dirawat di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menerangkan pengerahan Satwa K9 merupakan bentuk respons cepat kepolisian untuk membantu proses pencarian secara optimal di medan yang sulit dijangkau.
"Hari ini satwa pelacak terlatih Polda Sumbar dikerahkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian korban di lokasi," kata Andre Anas di Padang, Kamis.
Hingga Kamis siang, satwa pelacak bersama tim gabungan dari berbagai instansi dan lembaga masih terus melakukan pencarian.
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Solok, pada Senin (21/9) malam. Sedikitnya 11 kantor dinas pemerintah mengalami kerusakan cukup berat.
Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 22 September 2026.