SUMATERA BARAT — Veda Ega Pratama menatap Moto3 Jepang 2026 dengan kepercayaan diri yang sudah pulih setelah finis ke-13 di GP Austria. Pembalap Honda Team Asia itu mengaku punya kecepatan untuk bersaing di barisan depan, meski sempat terkena hukuman long lap penalty di Austria.
Pembalap kelahiran Gunungkidul tersebut menyebut hasil minor di Austria sebagai pelajaran berharga. Ia finis keempat setelah start dari posisi ke-19, namun penalti long lap membuatnya turun ke peringkat ke-13 pada balapan 20 September lalu.
Veda menilai performanya di Austria membuktikan dirinya mampu bersaing dengan pembalap papan atas. Kemampuan menembus posisi empat dari start belakang menjadi sinyal positif menjelang seri ke-16 di Motegi.
"Saya sangat antusias untuk pergi ke Jepang. Setelah balapan di Austria, saya merasa kepercayaan diri saya kembali pulih dan kami memiliki kecepatan untuk bersaing dengan para pembalap di barisan depan," kata Veda lewat rilis Honda Team Asia yang diterima CNNIndonesia.
Ia juga menegaskan penalti tidak menyurutkan semangatnya menatap Moto3 Jepang. Menurutnya, banyak hal positif yang bisa dipetik dari balapan tersebut.
"Memulai balapan dari posisi ke-19 dan berhasil finis di posisi ke-4 membuktikan bahwa kami mampu bersaing, meskipun penalti mengubah hasil akhir, saya memetik banyak hal positif dari balapan tersebut. Kini saya ingin membawa semangat itu ke Motegi," ujarnya.
Hasil di Austria membuat Veda Ega kini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 100 poin. Posisi itu masih terbuka untuk digeser mengingat seri Jepang menjadi balapan ke-16 dari total kalender musim ini.
Moto3 Jepang berlangsung pada 2-4 Oktober di Motegi, sebelum rangkaian balapan berlanjut ke Indonesia pada pekan berikutnya. Jadwal sesi di Jepang berbeda dengan seri Eropa yang biasanya dimulai siang hari.
Veda memilih fokus penuh pada Moto3 Jepang ketimbang terus mengungkit hasil di Austria. Modal kecepatan yang ditunjukkan di Spielberg menjadi bekal untuk tampil kompetitif di Motegi.