SUMATERA BARAT — Titus Bramble menjalani peran baru sebagai asisten pelatih Timnas Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026, mendampingi Nolberto Solano. Mantan bek Newcastle United dan Sunderland itu menyebut turnamen di Indonesia sebagai pengalaman berharga bagi skuad berperingkat FIFA 198.
Bramble berbicara kepada Bola.com di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026) malam, seusai laga terakhir Pakistan di turnamen tersebut. Ia hadir sebagai bagian dari staf kepelatihan yang dibentuk federasi untuk membangun ulang tim nasional.
Pakistan datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan status tim peringkat terendah di antara seluruh kontestan. Peringkat FIFA mereka berada di angka 198, jauh di bawah negara-negara Asia Tenggara yang menjadi lawan mereka.
Selama berkarier sebagai pemain, Bramble dikenal sebagai bek tangguh yang memperkuat sejumlah klub Premier League. Newcastle United, Ipswich Town, dan Sunderland termasuk klub yang pernah dibelanya, sebelum ia menutup karier profesional dan beralih ke dunia kepelatihan.
Kini ia bekerja di bawah Nolberto Solano, legenda Newcastle United asal Peru yang dipercaya menangani Pakistan. Kombinasi dua nama dengan latar Premier League itu menjadi daya tarik tersendiri di turnamen yang digelar di Indonesia.
Bramble menilai skuadnya menunjukkan kemampuan bersaing meski menghadapi lawan dengan peringkat jauh lebih tinggi. Ia merujuk khusus pada pertemuan melawan Filipina sebagai contoh.
"Hanya untuk membuktikan bahwa kami bisa bersaing. Coba lihat babak pertama dan babak kedua melawan Filipina," ujar Bramble.
"Mereka adalah negara-negara dengan peringkat yang jauh lebih tinggi dari kami. Jadi fakta bahwa kami bersaing melawan negara-negara seperti itu adalah pelajaran besar yang bisa dipetik," jelas mantan pemain Timnas Inggris U-21 itu.
Pakistan tidak lolos jauh di turnamen ini. Meski begitu, Bramble memilih melihat sisi lain: pengalaman bertanding melawan tim-tim Asia Tenggara menjadi modal berharga untuk pembangunan jangka panjang.
Bramble menyebut FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai turnamen yang berjalan baik. Ia juga mengapresiasi kesempatan para pemainnya menimba ilmu dari lawan-lawan yang lebih mapan.
"Ya, sangat menyenangkan. Maksud saya, ini turnamen yang sangat bagus. Pemain kami telah belajar banyak. Kami pulang dengan kepala tegak," ujar Bramble.
Pakistan menutup perjalanan mereka tanpa gelar, tetapi staf kepelatihan tetap membawa pulang catatan teknis yang bisa dipakai untuk persiapan kompetisi berikutnya.
Selama berada di Indonesia, Bramble mengaku bertemu sejumlah penggemar Premier League. Dua klub lamanya, Newcastle United dan Sunderland, punya basis pendukung yang aktif di Tanah Air.
"Ya, ke mana pun saya pergi di seluruh dunia, selalu ada penggemar Newcastle. Mereka adalah pendukung setia tim dan mendukung dari seluruh penjuru dunia," ujar Titus Bramble.
"Jadi ke mana pun kamu pergi, kamu bisa bertemu penggemar Newcastle, penggemar Sunderland, dan mengobrol seru dengan mereka," lanjutnya.
Pengalaman itu menambah kesan positif Bramble terhadap Indonesia, tempat ia menghabiskan beberapa pekan mendampingi Pakistan di turnamen yang mempertemukan tim-tim Asia Tenggara.