KAI Divre II Sumbar dan Polda Sumbar Gelar Simulasi Antiteror di Stasiun Padang, Libatkan Dua Gerbong Kereta

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:43:02 WIB
Petugas mengikuti simulasi penanganan aksi teror di Stasiun Padang, Kamis (1/10).

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Polda Sumbar menggelar Simulasi Latihan Gabungan Penanganan Aksi Teror pada moda transportasi kereta api di Stasiun Padang, Kamis (1/10). Latihan ini menguji kesiapsiagaan personel, prosedur, dan mekanisme koordinasi lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat di area stasiun maupun selama perjalanan. Dua gerbong kereta digunakan sebagai bagian dari skenario latihan.

PADANG — Simulasi tersebut melibatkan sejumlah pejabat dari kedua institusi. Hadir Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Manager Pengamanan Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab beserta jajaran manajemen, Karo Ops Polda Sumbar Kombespol Dessy Ismail, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombespol Lukman Syafri, Kepala SPN Polda Sumbar Kombespol Erwin Suwando, Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya, dan Kapolresta Padang Kombespol Apri Wibowo.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan laporan kegiatan, lalu penyampaian skenario dan tahapan penanganan aksi terorisme. Pemaparan itu memberi gambaran soal kondisi yang dihadapi, alur komunikasi dan koordinasi, hingga langkah penanganan yang harus dilakukan tiap unsur sesuai tugas dan kewenangannya.

Skenario Latihan Gunakan Dua Gerbong Kereta

Dalam skenario yang diperagakan, personel menjalankan sejumlah tahapan penanganan situasi darurat akibat ancaman aksi terorisme. Tahapan itu mulai dari koordinasi dan pelaporan awal, pengamanan lokasi, hingga langkah lanjutan sesuai prosedur.

Dua gerbong kereta api dipakai sebagai bagian dari skenario. Fasilitas itu disediakan KAI untuk mendukung kelancaran latihan agar sesuai kondisi di lapangan.

Komunikasi Lintas Instansi Jadi Fokus Pengujian

Simulasi tidak hanya menitikberatkan kemampuan teknis personel. Efektivitas komunikasi dan koordinasi lintas instansi juga diuji, mengingat penanganan darurat di transportasi publik menuntut respons terintegrasi, cepat, dan terukur.

Aspek keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan. Setiap unsur diharapkan memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi sebenarnya.

KAI Sebut Latihan Perkuat Kesiapan Personel dan Prosedur

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumbar atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, latihan bersama menjadi momentum menyamakan pemahaman dan memperkuat kesiapan seluruh unsur.

"KAI mengapresiasi kolaborasi dan sinergi Polda Sumbar dalam pelaksanaan latihan gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat," ujar Reza.

Ia menambahkan, latihan bersama membuat setiap unsur memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, respons saat kondisi sebenarnya dapat dilakukan cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan.

Polda Sumbar Apresiasi Dukungan Sarana dari KAI

Kabidhumas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya menyampaikan apresiasi serupa. Dukungan KAI berupa penyediaan lokasi, sarana, dan fasilitas pendukung dinilai menjadi faktor penting yang menunjang kelancaran latihan.

"Polda Sumbar mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan PT KAI dalam menyukseskan latihan penanganan aksi teror ini. KAI telah mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, sarana, serta berbagai fasilitas pendukung, termasuk penggunaan dua gerbong kereta api sebagai bagian dari skenario latihan," ujar Susmelawati.

Menurutnya, kolaborasi Polri dan KAI merupakan bentuk sinergi positif dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan pada transportasi publik.

"Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat," tambahnya.

Polda Sumbar berharap kerja sama tersebut terus terjalin dan semakin solid. Tujuannya menciptakan situasi keamanan kondusif serta memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna kereta api.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top