SUMATERA BARAT — Nirata Treehouse berdiri di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dengan sekitar 70 hingga 80 persen material bangunannya berupa kayu bekas yang diselamatkan. Penginapan ini menawarkan pemandangan langsung Gunung Batur dari balkon kamar, cocok untuk traveler yang mencari suasana sepi dari keramaian Canggu atau Ubud. Tanah di sekitarnya dibiarkan terbuka sebagai area resapan air.
Berbeda dari akomodasi kayu yang mengandalkan kayu baru hasil penebangan, Nirata Treehouse memakai kayu lama yang dikumpulkan dan dipasang kembali. Dindingnya kasar, bertekstur, dengan guratan yang jelas bukan hasil cetakan pabrik.
Pendiri Nirata, I Nyoman Jatiguna, menyebut banjir yang sempat melanda Bali sebagai pengingat bahwa cara membangun di pulau ini perlu berubah. Pernyataannya itu dikutip dari pemberitaan media yang dibaca langsung oleh penulis saat menginap.
Kayu bekas yang mendominasi bangunan memberi karakter visual yang sulit ditiru replika. Setiap papan punya usia dan jejak pemakaian berbeda, sehingga tidak ada dua sudut kamar yang benar-benar identik.
Pendekatan ini juga menyangkut soal lahan. Tanah di sekitar unit tidak dicor beton, melainkan dibiarkan jadi area resapan. Bagi traveler yang peduli jejak lingkungan, menginap di sini terasa seperti ikut mendukung praktik wisata yang lebih lestari.
Momen paling dinanti tamu biasanya datang pagi hari. Begitu pintu balkon dibuka, Gunung Batur langsung terlihat megah di depan mata.
Udara Kintamani yang dingin masuk lewat celah-celah kayu. Suasana ini yang membuat banyak tamu memilih duduk diam sambil menyeruput kopi, bukan buru-buru beraktivitas.
Nirata Treehouse berada di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kawasan ini dapat ditempuh dari Ubud atau Denpasar melalui rute menuju kawasan pegunungan Kintamani.
Karena lokasinya di dataran tinggi, suhu udara sepanjang perjalanan menuju lokasi sudah mulai turun menjelang sore. Informasi rute terkini dan titik jemput dapat dikonfirmasi langsung ke pengelola penginapan.
Siapkan jaket tebal. Kintamani pada malam hari terkenal dingin, dan suhu dinginnya masih terasa masuk lewat celah kayu meski tamu sudah berada di dalam kamar.
Kalau berencana berenang di kolam outdoor, lakukan pada siang hari saat matahari cukup hangat. Air kolam di kawasan pegunungan ini dingin sekali, terutama pagi dan sore.
Untuk pengalaman terbaik, luangkan waktu setidaknya satu malam penuh. Sebab nilai utama tempat ini bukan pada fasilitas mewah, melainkan pada ritme lambat yang sulit didapat kalau kunjungan dilakukan terburu-buru.
Penginapan ini juga cocok bagi traveler yang ingin menjauh sejenak dari rutinitas kerja. Suasana kayu tua, kabut, dan keheningan pegunungan memberi ruang untuk benar-benar berhenti dari kebisingan harian.