PULAUPUNJUNG — Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Defina menyatakan pembagian masker dilakukan di depan RSUD Sungai Dareh, depan Kantor Bupati Dharmasraya, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai, dan Tiumang. Menurutnya, distribusi menyasar pengguna jalan yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
"Karena kualitas udara di Dharmasraya kembali memburuk, atas arahan ibu bupati kita kembali membagikan masker kepada pengguna jalan hari ini," kata Yosta di Pulau Punjung, Selasa.
Dinas Kesehatan juga mengarahkan seluruh puskesmas membagikan masker di wilayah kerja masing-masing agar perlindungan terhadap masyarakat lebih luas.
Yosta mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan karena nilai ISPU Dharmasraya tercatat 136 atau masuk kategori tidak sehat.
"Kalaupun memang terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih," ujarnya.
Warga yang mengalami gejala akibat paparan udara tidak sehat diminta segera memeriksakan diri. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau sulit bernapas, hingga iritasi mata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya Martin Efendi menyebut hasil pemantauan sejak 23 September 2026 tidak menemukan titik api di wilayah Dharmasraya. Kabut asap yang dirasakan warga merupakan asap kiriman dari karhutla di sejumlah provinsi seperti Jambi dan Sumatera Selatan.
Pemkab Dharmasraya memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk jenjang PAUD hingga SMP selama dua hari, mulai Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10). Sebelumnya, kegiatan belajar tatap muka diliburkan pada Selasa.
"Iya, untuk libur sekolah diperpanjang selama dua hari. Pembelajaran tatap muka akan dimulai kembali apabila kualitas udara mulai membaik setelah dilakukan evaluasi nantinya," kata Martin.
Selama PJJ, satuan pendidikan diminta memanfaatkan platform pembelajaran daring dengan menyesuaikan metode, materi, dan aktivitas sesuai kondisi masing-masing sekolah.