Dekranasda Padang Pariaman Bawa Sulam Kapalo Samek ke Panggung Belgia Lewat Indonesia Creative Week 2026

Penulis: Fadhli Usman  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:01:31 WIB
Ketua Dekranasda Padang Pariaman Nita Christanti Azis memperkenalkan Sulam Kapalo Samek pada Indonesia Creative Week Belgium 2026.

Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman mempromosikan Sulam Kapalo Samek pada ajang Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Belgia. Keikutsertaan kerajinan khas daerah itu berawal dari undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Brussels. Langkah tersebut dinilai membuka peluang pasar baru bagi perajin dan pelaku UMKM Padang Pariaman.

PARIK MALINTANG — Ketua Dekranasda Padang Pariaman Nita Christanti Azis menyebut partisipasi pada ICWB 2026 sebagai kesempatan memperkenalkan keunikan kerajinan khas Padang Pariaman kepada masyarakat internasional. Kegiatan itu juga dinilai membuka peluang pengembangan dan pemasaran produk kriya daerah ke pasar yang lebih luas.

Menurut Nita, keikutsertaan Sulam Kapalo Samek di Belgia merupakan undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Brussels. Dari undangan itu, Padang Pariaman mendapat ruang memperkenalkan identitas budaya sekaligus membuka akses pasar baru bagi para perajin.

Nilai Budaya di Balik Setiap Helai Benang

Kekuatan Sulam Kapalo Samek tidak hanya terletak pada keindahan motif dan teknik pengerjaannya. Nilai budaya yang melekat di dalamnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kerajinan tersebut.

Setiap helai benang dan motif yang dikerjakan para perajin merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Upaya membawa sulaman itu ke panggung internasional pun menjadi bagian dari menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.

Kolaborasi dengan Desainer Nasional untuk Motif Baru

Dekranasda Padang Pariaman berkolaborasi dengan desainer tingkat nasional untuk mengembangkan motif sulaman tradisional yang dimiliki daerah itu. Pendekatan desain yang tepat diyakini dapat menghadirkan Sulam Kapalo Samek dalam berbagai bentuk busana dengan nilai estetika sekaligus nilai ekonomi lebih tinggi.

Sejumlah model baju kurung dengan sentuhan Sulam Kapalo Samek diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Desain yang berbeda-beda disiapkan untuk menyesuaikan karakter dan selera pasar tanpa menghilangkan identitas khas sulaman Padang Pariaman.

ICWB 2026 Digelar Gerakan Diaspora Native Indonesia

ICWB 2026 diselenggarakan oleh Native Indonesia, gerakan diaspora yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia. Gerakan itu juga mendorong UMKM Indonesia agar mampu berkembang dan dikenal di tingkat internasional.

Nita berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang. "Kami berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang," ujarnya.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top