PADANG — Distribusi bantuan dimulai pukul 20.00 WIB atau setelah Salat Isya. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut pembagian difokuskan ke dua wilayah yang paling parah terdampak luapan sungai.
"Untuk tanggap darurat, Bank Nagari mendistribusikan sebanyak 400 bungkus nasi, yaitu 250 ke Koto Tangah dan 150 ke Kuranji," kata Hendri.
Sebanyak 250 bungkus nasi disalurkan kepada warga di kawasan Lumin dan Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Sisa 150 bungkus diberikan kepada warga di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Sejumlah warga terdampak masih berada di pengungsian dan membutuhkan pasokan makanan. Banjir yang merendam permukiman membuat aktivitas warga terhenti, termasuk akses ke dapur rumah masing-masing.
Pemimpin Cabang Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang, Hendri Gozari, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota Padang dalam penanganan bencana.
"Kami dari Tim Tanggap Darurat Bank Nagari siap memberikan support kepada Pemko Padang dalam menghadapi bencana. Tahap awal kita mendistribusikan nasi bungkus bagi warga terdampak, dan tetap akan memantau kebutuhan ke depannya di lapangan," ujarnya.
Penyaluran bantuan turut didukung BPBD Kota Padang untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Pendampingan dilakukan agar bantuan tidak tumpang tindih antarwilayah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi respons cepat Bank Nagari dalam membantu warga terdampak banjir.
"Terima kasih kepada Bank Nagari yang fast response memberikan support kepada Pemko Padang dan warga terdampak bencana. Semoga dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa mengatasi kebutuhan korban terdampak dengan cepat," kata Fadly.
Pemerintah Kota Padang bersama pihak terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir. Bantuan tahap awal berupa makanan siap saji menjadi kebutuhan mendesak selama warga masih mengungsi atau membersihkan rumah masing-masing.