Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UP3 Padang menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa nasi bungkus, mi instan, dan minuman hangat kepada warga terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun dan Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penyaluran dilakukan pada Minggu (11/10), sehari setelah banjir bandang melanda Kota Padang pada Sabtu (10/10). Bantuan menyasar warga yang tengah menjalani masa pemulihan sekaligus petugas gabungan yang masih bertugas di lokasi.
PADANG — Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Manager PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, bersama jajaran, serta Assistant Manager Niaga dan Pemasaran yang juga Ketua YBM PLN UP3 Padang, Doni Eka Putra, dan pengurus YBM lainnya. Bantuan makanan siap saji diprioritaskan bagi warga yang belum sempat memasak akibat rumah terdampak lumpur dan genangan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyebut kepedulian kepada masyarakat menjadi bagian penting dari kehadiran PLN, terutama saat warga menghadapi musibah.
"Kami memahami bahwa banjir bandang ini membawa kesedihan dan kesulitan bagi masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan yang kami hadirkan dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi penyemangat bahwa masih banyak pihak yang peduli dan ingin membantu. Kami berharap masyarakat diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini, dan bersama-sama kita dapat bangkit kembali. Terima kasih juga kepada seluruh petugas gabungan yang terus hadir dan bekerja untuk membantu masyarakat di tengah kondisi yang tidak mudah," ujar Ririn.
Bantuan yang disalurkan mencakup nasi bungkus, mi instan, dan minuman hangat. Jenis bantuan itu dipilih karena praktis dikonsumsi di lokasi yang masih dalam kondisi pascabencana.
Selain warga, petugas gabungan yang menjalankan upaya penanganan dan pemulihan turut menerima bantuan konsumsi. Keberadaan mereka di lapangan membuat kebutuhan makan dan minum tidak selalu bisa dipenuhi tepat waktu.
Lubuk Minturun dan Kelurahan Guo di Kecamatan Kuranji menjadi dua titik penyaluran. Keduanya termasuk kawasan yang terdampak langsung banjir bandang yang melanda Kota Padang pada Sabtu (10/10).
Warga di dua kawasan itu kini berupaya melewati masa pemulihan, mulai dari membersihkan rumah hingga menata kembali kebutuhan harian. Bantuan konsumsi diharapkan mengurangi beban pengeluaran pada hari-hari pertama pascabencana.
PLN UID Sumatera Barat mendorong kepedulian sosial melalui YBM PLN agar bantuan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan. YBM sendiri merupakan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah karyawan PLN yang menyalurkan program kemanusiaan.
Dalam situasi pascabencana, dukungan kemanusiaan menjadi salah satu bentuk gotong royong untuk membantu warga menghadapi dampak bencana. Kehadiran bantuan di Lubuk Minturun dan Guo juga menjadi penanda bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi masa sulit.
Penyaluran berikutnya bergantung pada kebutuhan warga dan petugas di lapangan selama masa pemulihan berlangsung.