Andien Buka Sekolah Gratis Kelima di Kampung Apung Jakarta

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:20:32 WIB
Penyanyi Andien Aisyah meresmikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung, Jakarta Barat.

SUMATERA BARAT — Penyanyi Andien Aisyah meresmikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung, Jakarta Barat, khusus untuk anak-anak keluarga pengupas kerang yang banyak putus sekolah. Modal sekolah ini berasal dari penjualan royalti lagu "Percaya" dalam bentuk NFT pada 2022. Simak cerita lengkap dan cara gerakan ini menyasar anak-anak yang terlewat dari pendidikan formal.

Kampung Apung menyimpan sisi Jakarta yang jarang terlihat: sebagian besar warganya bekerja sebagai pengupas kerang, dan banyak anak usia sekolah terpaksa ikut bekerja alih-alih belajar. Kondisi itu yang mendorong Andien Aisyah membuka titik kelima Sekolah Anak Percaya di kawasan tersebut.

Empat sekolah sebelumnya berdiri di kawasan kampung pemulung. Titik kelima ini berbeda sasaran — menyasar anak-anak dari keluarga pengupas kerang yang angka putus sekolahnya cukup tinggi. Andien Foundation meresmikan sekolah itu sebagai bagian dari gerakan pendidikan gratis yang ia jalankan sejak pandemi.

Dari Royalti Lagu "Percaya" Jadi Modal Sekolah

Modal awal Sekolah Anak Percaya bukan dari donasi korporasi, melainkan dari penjualan royalti lagu "Percaya" dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT) pada era pandemi 2022. Hasil penjualan itu kemudian dipakai untuk mendirikan sekolah pertama.

"Waktu itu lagi zaman COVID, aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Nah, hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya ini," ujar Andien saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.

Melihat Jakarta dari Sisi yang Berbeda

Pelantun lagu "Indahnya Dunia" itu mengaku miris saat pertama kali mengunjungi Kampung Apung. Ia melihat anak-anak usia sekolah di sudut Ibu Kota yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal karena harus bekerja.

"Di sana sebagian besar warganya profesinya sebagai pengupas kerang. Banyak sekali anak-anak putus sekolah. Aku juga baru pertama kali melihat sisi Jakarta yang seperti itu dan enggak nyangka ternyata masih ada tempat seperti itu," tuturnya.

Mengapa Anak Kampung Apung Rentan Putus Sekolah

Keluarga pengupas kerang di Kampung Apung menggantungkan penghasilan dari hasil harian. Ketika ekonomi keluarga goyah, anak-anak jadi pihak pertama yang diminta membantu mencari nafkah, sehingga sekolah tersisih.

Faktor jarak dan biaya juga memperlebar celah. Sekolah formal menuntut seragam, buku, dan transportasi — beban yang sulit ditanggung keluarga dengan penghasilan tidak tetap. Di titik inilah Sekolah Anak Percaya masuk sebagai alternatif gratis.

Apa yang Bisa Ibu Lakukan di Sekitar Kita

Kisah Andien menunjukkan bahwa kepedulian pada anak putus sekolah tidak selalu butuh dana besar. Ibu bisa memulai dari lingkungan terdekat: mencatat anak-anak usia sekolah yang tidak aktif belajar, lalu menghubungkan keluarganya dengan program belajar komunitas atau pusat kegiatan warga.

Jika punya keahlian — membaca, menulis, berhitung — luangkan waktu mengajar sukarela di posyandu, masjid, atau balai RW. Untuk yang ingin berkontribusi finansial, salurkan lewat lembaga yang transparan dan pastikan dananya benar-benar sampai ke anak.

Kapan Perlu Melibatkan Pihak Berwenang

Kalau ibu menemukan anak usia sekolah yang bekerja di jalan, pasar, atau tempat pelelangan ikan, jangan langsung menariknya dari pekerjaan. Laporkan ke kelurahan atau Dinas Sosial setempat agar penanganannya menyertakan pendampingan keluarga.

Anak yang putus sekolah sering butuh lebih dari sekadar kursi kelas. Mereka bisa butuh dokumen kependudukan, pemeriksaan kesehatan, atau pendampingan psikologis sebelum siap kembali belajar. Libatkan puskesmas dan pekerja sosial bila ada indikasi kekerasan atau eksploitasi.

Sekolah Anak Percaya kini berdiri di lima titik, dan Kampung Apung menjadi pengingat bahwa masih ada anak Jakarta yang belum tersentuh bangku sekolah. Royalti satu lagu bisa berubah jadi ruang belajar — bukti bahwa kepedulian yang konsisten, sekecil apa pun bentuknya, bisa mengubah jalan hidup anak-anak.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top