SUMATERA BARAT — Petinju muda asal Kota Padang, Rahmad Ramdhan, harus puas membawa pulang medali perak Porprov Sumatera Barat 2026 setelah kalah angka tipis dari wakil Pasaman Timur di partai final. Laga puncak yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, pada 3 Oktober 2026 itu berjalan ketat hingga ronde terakhir.
Rahmad melaju ke partai puncak setelah melewati sejumlah lawan di kelasnya. Atlet binaan Luki Boxing Camp yang berasal dari Lubuk Kilangan itu tampil kompetitif sepanjang babak penyisihan hingga akhirnya menembus final tinju tingkat provinsi.
Di laga penentuan medali, Rahmad berhadapan dengan petinju kontingen Pasaman Timur. Keduanya saling bertukar serangan dengan mengandalkan teknik, strategi, serta ketahanan fisik yang teruji.
Rahmad tampil dengan semangat tinggi dan memberikan perlawanan maksimal sepanjang pertandingan. Meski sudah berjuang hingga ronde terakhir, penilaian dewan juri menempatkan lawannya sebagai pemenang dengan selisih angka tipis.
Kekalahan tipis itu membuat Rahmad harus puas membawa pulang medali perak dari arena tinju Lapangan Cindua Mato.
Pembina Luki Boxing Camp, Syafrizal Tojok, bersama pelatih kepala Aprizal Tamboresi, menyampaikan apresiasi atas perjuangan Rahmad. Keduanya menilai kedisiplinan, kerja keras, dan komitmen yang ditunjukkan selama latihan jadi modal penting meraih prestasi itu.
"Dari Lubuk Kilangan untuk Sumatera Barat. Semoga Rahmad terus berkembang, terbang lebih tinggi, dan kelak meraih prestasi yang lebih membanggakan daerahnya," ujar Syafrizal saat memberikan motivasi kepada atlet binaannya.
Bagi tim pelatih, medali perak Porprov Sumbar 2026 bukan akhir dari perjalanan Rahmad di dunia tinju. Hasil tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk memperbaiki kekurangan dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Melalui pembinaan berkesinambungan di Luki Boxing Camp, Rahmad diharapkan terus mengasah teknik, memperkuat mental bertanding, serta meningkatkan kualitas fisiknya. Dengan persiapan matang, ia diproyeksikan mampu bersaing di kejuaraan tingkat nasional dan kembali menorehkan prestasi bagi Kota Padang.
Pencapaian Rahmad menembus babak final juga menjadi bukti bahwa atlet binaan daerah punya potensi bersaing di level lebih tinggi. Medali perak itu tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim pembina dan masyarakat Kota Padang.