John Ternus Jadi CEO Apple, iPhone Duo Masuk TIME Best Inventions 2026

Penulis: Fadhli Usman  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:06:00 WIB
CEO Apple John Ternus masuk sampul majalah TIME edisi "Best Inventions of 2026" berkat peluncuran iPhone Duo.

SUMATERA BARAT — CEO Apple John Ternus masuk sampul majalah TIME edisi "Best Inventions of 2026" yang terbit 26 Oktober, berkat peluncuran iPhone Duo. Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September dan baru delapan hari menjabat sudah memperkenalkan ponsel lipat pertama Apple itu. Posisi Cook kini sebagai executive chairman yang fokus pada hubungan dengan pembuat kebijakan global.

Majalah TIME menempatkan John Ternus di sampul edisi "Best Inventions of 2026", mengangkat iPhone Duo sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh tahun ini. Penunjukan itu datang hanya beberapa pekan setelah Ternus resmi memimpin Apple, menggantikan Tim Cook yang mundur dari kursi CEO per 1 September.

Ternus bukan nama baru di Apple. Ia bergabung pada 2001 dan sebelumnya menjabat senior vice president of hardware engineering, posisi yang membuatnya menangani langsung lini produk perangkat keras perusahaan. Latar belakang itu dinilai relevan saat Apple akhirnya masuk ke kategori ponsel lipat lewat iPhone Duo.

Karier Ternus di Apple Dimulai dari Komputer Apple II

Ketertarikan Ternus pada Apple berawal dari komputer Apple II yang dibeli ayahnya saat ia berusia delapan tahun. Ia mengaku mulai bermain game di perangkat itu dan langsung jatuh cinta pada produk Apple.

Perjalanan dari pengguna Apple II hingga memimpin perusahaan memakan waktu lebih dari empat dekade. Ia meniti karier di divisi hardware sebelum akhirnya dipercaya menggantikan Cook, yang selama ini dikenal sebagai arsitek pertumbuhan layanan dan ekosistem Apple.

iPhone Duo Dinilai Beda dari Ponsel Lipat Lain

Dalam wawancara dengan Andrew R. Chow dari TIME, Ternus menyatakan iPhone Duo memiliki kualitas yang berbeda dibanding ponsel lipat kompetitor. Menurutnya, banyak contoh perangkat lipat di pasar saat ini terasa murah dan buruk.

"The other examples in the world felt kind of cheap and crappy," ujar Ternus kepada TIME. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Apple memposisikan iPhone Duo bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan sebagai produk yang menyasar segmen premium dengan standar build quality lebih tinggi.

Klaim tersebut belum bisa diverifikasi independen karena iPhone Duo baru saja diperkenalkan. Namun, sebagai mantan kepala hardware engineering, Ternus punya latar teknis untuk berbicara soal kualitas material dan rekayasa perangkat.

Peran Tim Cook sebagai Executive Chairman

Tim Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia kini menjabat executive chairman dengan fokus utama menjalin hubungan dengan pembuat kebijakan di berbagai negara, termasuk isu regulasi yang belakangan sering menyeret Apple di Eropa dan Amerika Serikat.

Ternus menyebut Cook memiliki relasi yang kuat dan tetap mencintai Apple. Menurutnya, Cook siap membantu kapan pun diperlukan. Cook sendiri, dalam wawancara terpisah, menegaskan dirinya tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan operasional Ternus.

"He has great relationships and loves Apple," kata Ternus soal Cook. "So wherever he can help, he is happy to help."

Dampak ke Pasar Indonesia

Pergantian CEO di Apple biasanya tidak langsung mengubah lini produk yang dijual di pasar lokal. Namun keputusan Apple masuk ke kategori ponsel lipat lewat iPhone Duo bisa memengaruhi lanskap segmen premium di Indonesia, yang selama ini didominasi Samsung lewat lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.

Pengguna Indonesia yang menunggu ponsel lipat Apple perlu bersabar. Belum ada informasi resmi soal jadwal masuknya iPhone Duo ke pasar Indonesia, termasuk harga dan ketersediaan varian. Apple biasanya merilis produk baru di Amerika Serikat lebih dulu sebelum menyentuh pasar Asia Tenggara.

Bagi pengguna setia ekosistem Apple, kepemimpinan Ternus menjadi penanda arah perusahaan lima tahun ke depan. Ia datang dari latar hardware, bukan layanan atau keuangan seperti Cook. Artinya, prioritas Apple ke depan kemungkinan besar lebih condong ke inovasi perangkat keras ketimbang ekspansi layanan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top