PADANG — Prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Minangkabau pukul 08.30 WIB menyebut langit Sumbar didominasi berawan sejak pagi. Kondisi udara kabur diprakirakan bertahan melewati siang, sore, malam, hingga dini hari.
Hujan ringan menyertai kondisi tersebut di sejumlah wilayah. Pada siang hingga sore, potensi hujan ringan mencakup Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Kabupaten Solok.
Memasuki malam hari, potensi hujan ringan bergeser dan meluas ke Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Pada dini hari, hujan ringan diprakirakan tinggal menyisakan Sijunjung dan Dharmasraya.
BMKG mencatat suhu udara Sumbar berada di rentang 18–32 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 65–95 persen, sementara angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 4–30 kilometer per jam.
Udara kabur umumnya menurunkan jarak pandang, terutama di jalur lintas bukit dan pesisir. Pengendara diimbau menyalakan lampu utama dan menjaga jarak aman saat melintas pada pagi dan malam hari.
Meski begitu, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumbar pada Jumat (16/10/2026). Artinya, tidak ada potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai secara khusus hari itu.
Kepulauan Mentawai dan pesisir barat Sumbar menjadi wilayah pertama yang berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hari. Wilayah ini memang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga kelembapan udaranya cenderung lebih tinggi.
Sementara itu, daerah di bagian timur seperti Sijunjung dan Dharmasraya baru berpotensi hujan pada malam hingga dini hari. Pola ini mengikuti pergerakan massa udara dari arah selatan dan barat yang tercatat BMKG.
Rentang kecepatan angin yang cukup lebar itu menandakan kondisi atmosfer Sumbar relatif dinamis. Nelayan dan pengguna transportasi laut di pesisir barat perlu memperhatikan perubahan angin, terutama pada malam hari.
BMKG memperbarui prakiraan cuaca Sumbar secara berkala melalui kanal resminya. Warga dapat memantau perkembangan informasi sebelum beraktivitas di luar ruangan.