Pertemuan ISKADA se-Sumatera Barat Dipusatkan di Pesisir Selatan, Ketua TP-PKK Sumbar Puji Persiapan Pemkab

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:17:31 WIB
Ketua TP-PKK Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni menyambut Ketua TP-PKK Sumatera Barat Harneli Mahyeldi di kawasan wisata Mandeh.

PESISIR SELATAN — Ketua TP-PKK Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni menyambut langsung kehadiran Ketua TP-PKK Sumatera Barat Harneli Mahyeldi beserta rombongan istri kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Sumatera Barat. Penyambutan berlangsung di kawasan wisata unggulan Mandeh sebagai rangkaian pembuka Pertemuan ISKADA tingkat provinsi.

Lisda menilai penunjukan Pesisir Selatan sebagai lokasi pertemuan merupakan kehormatan sekaligus momentum strategis bagi daerahnya. Kehadiran para pimpinan organisasi perempuan dari berbagai kabupaten dan kota diharapkan memberi dampak positif luas bagi kemajuan daerah.

Empat Pilar yang Ditekankan PKK Provinsi

Dalam arahannya di hadapan para pengurus organisasi wanita, Harneli memaparkan empat pilar yang harus menjadi pedoman bersama. Pilar-pilar itu mencakup penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pergerakan pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pemantapan pendidikan karakter anak.

Harneli menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Pesisir Selatan dan jajaran TP-PKK Pessel yang telah mempersiapkan perhelatan ini dengan baik. Ia mengajak seluruh peserta ISKADA menjadikan forum silaturahmi ini sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Menanggapi arahan tersebut, Lisda menyatakan kesiapan penuh jajaran organisasi perempuan di Pesisir Selatan untuk mengimplementasikan berbagai program prioritas yang ditekankan PKK Provinsi. Ia berkomitmen mengawal keempat pilar itu agar diterapkan hingga tingkat nagari dan rumah tangga.

Ketahanan Keluarga Jadi Fokus Utama

Pilar pertama mengenai ketahanan keluarga dinilai sangat krusial mengingat peran ibu menentukan dalam mengawasi pergaulan anak dari ancaman narkoba dan pergaulan bebas. Lisda memandang keluarga sebagai benteng pertahanan paling utama dalam membentuk karakter anak agar terhindar dari pengaruh negatif serta berbagai perilaku berisiko.

Pada pilar kedua, perhatian serius diberikan pada upaya pencegahan stunting serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak di Pesisir Selatan. Sementara pilar ketiga mendorong perempuan di daerah itu terus meningkatkan keterampilan produktif guna menopang perekonomian keluarga secara mandiri.

Pilar keempat mengenai pendidikan karakter menjadi pengingat bagi para orang tua agar menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan kepedulian sosial sejak usia dini. Lisda menyoroti pentingnya menjaga dan memperkuat ketahanan keluarga di tengah pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi.

Sinergi Lintas Organisasi Perempuan

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim yang memberikan dukungan penuh terhadap agenda pemberdayaan perempuan. Hadir pula Ketua BKOW Sumatera Barat Detta Vasko bersama Ketua DWP Sumatera Barat, serta jajaran organisasi perempuan tingkat kabupaten.

Tampak mendampingi secara kompak Ketua GOW Pesisir Selatan Oktarina Risnaldi dan Ketua DWP Pesisir Selatan Siska Zainal Arifin. Kehadiran unsur Forkopimda Kabupaten Pesisir Selatan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program-program kemasyarakatan.

Sinergi antara TP-PKK, BKOW, DWP, dan pemerintah daerah dinilai mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Pesisir Selatan dan Sumatera Barat. Lisda juga memanfaatkan ajang ini untuk mempromosikan keindahan alam Kawasan Mandeh kepada seluruh tamu undangan agar kembali berkunjung bersama keluarga di masa mendatang.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: hariansumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top