SUMATERA BARAT — Museum Satria Mandala di Jakarta Selatan menyimpan sejarah panjang TNI, tapi bangunannya sendiri punya cerita yang jarang dibahas. Dari rumah pribadi Presiden Sukarno hingga kolam renang yang kini jadi ruang senjata, berikut fakta-faktanya.
Museum Satria Mandala berdiri di Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tempat ini menyimpan koleksi persenjataan hingga peristiwa penting TNI, tapi ada lima fakta lain yang membuatnya beda dari museum biasa.
Kawasan Museum Satria Mandala awalnya adalah rumah seluas 5,6 hektar yang ditempati Presiden Sukarno bersama istrinya, Ratna Sari Dewi. Kasub Promosi Museum Satria Mandala, Yulianto Setiawan, menyebut Dewi merupakan perempuan asal Jepang bernama asli Naoko Nemoto.
"Museum Satria Mandala ini dulunya adalah rumah Bapak Presiden Sukarno bersama istrinya yang berasal dari Jepang yaitu Ibu Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)," ujar Yuli.
Rumah itu diubah jadi museum atas gagasan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, yang saat itu menjabat Kepala Pusat Sejarah TNI. Peresmian dilakukan Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972.
Sejak itu, Museum Satria Mandala resmi jadi tempat mengenang sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia.
Nama museum diambil dari bahasa Sanskerta. Yuli menjelaskan "satria" berarti pahlawan, sementara "mandala" berarti lingkungan sekitar.
"Satria Mandala diambil dari bahasa Sanskerta, 'satria' artinya pahlawan, 'mandala' lingkungan sekitar, yakni lingkungan sekitar para pahlawan," ungkap Yuli.
Ruang senjata di museum ini dulunya adalah kolam renang indoor yang dipakai Dewi Sukarno untuk berenang. Kolam itu kemudian diurug dan dijadikan ruang senjata.
"Ini dulu (ruang senjata) aslinya kolam renang nih yang dipakai berenang Bu Dewi, terus diurug dijadikan sebagai ruang senjata," kata Yuli.
Sejumlah sisi bangunan ruang senjata tidak diubah sejak zaman kolam renang. Salah satunya glass block yang dulu berfungsi sebagai penerangan alami ruangan.
Detail ini jadi penanda bahwa bangunan pernah punya fungsi lain sebelum menjadi bagian dari museum militer.
Lima fakta di atas menunjukkan Museum Satria Mandala bukan sekadar tempat menyimpan koleksi TNI, tapi juga saksi perjalanan sebuah bangunan dari rumah pribadi hingga ruang publik.