SUMATERA BARAT — Nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp18.042,2 per Dolar AS pada perdagangan Senin (19/10/2026) pukul 09.57 WIB, berdasarkan data Investing.com. Posisi itu menempatkan Dolar AS naik 56,6 poin atau 0,31% dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.985,6. Pelemahan Rupiah bukan hanya harian, melainkan berlanjut dalam tren jangka panjang.
Data Investing.com yang dihimpun pada Senin (19/10/2026) menunjukkan pergerakan Rupiah sepanjang sesi pagi berada dalam rentang Rp17.997,8 hingga Rp18.073. Level pembukaan tercatat Rp18.000, sudah lebih tinggi dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Posisi Rp18.042,2 pada pukul 09.57 WIB berada 30,8 poin di bawah level tertinggi perdagangan hari itu, sekaligus 44,4 poin di atas level terendah.
Kenaikan Dolar AS sebesar 56,6 poin setara 0,31% dibanding penutupan sebelumnya. Angka itu menunjukkan tekanan terhadap Rupiah masih berlangsung sejak awal sesi.
Perbandingan antarperiode memberi gambaran lebih lengkap. Dalam satu hari, Rupiah tercatat naik 0,09%. Namun dalam satu minggu, nilainya turun 0,79% terhadap Dolar AS.
Pelemahan berlanjut dalam jangka menengah. Dalam satu bulan, Rupiah turun 1,69%, sedangkan dalam tiga bulan turun 0,84%.
Untuk periode lebih panjang, tekanan makin terasa. Rupiah tercatat turun 4,74% dalam enam bulan, 8,10% dalam satu tahun, dan 21,98% dalam lima tahun.
Depresiasi 8,10% dalam setahun berarti daya beli terhadap valuta asing menyusut signifikan. Bagi importir, biaya bahan baku dan barang modal berbasis Dolar AS ikut naik.
Investor asing yang memegang aset berdenominasi Rupiah juga menghadapi tekanan kurs. Pelemahan kurs biasanya menjadi salah satu faktor yang dipantau sebelum menambah eksposur di pasar saham dan obligasi domestik.
Sebaliknya, eksportir berpeluang menikmati margin lebih tebal karena penerimaan dalam Dolar AS setara Rupiah yang lebih besar. Sektor komoditas dan manufaktur berorientasi ekspor menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kondisi kurs seperti ini.
Pergerakan Rupiah hari ini masih berlangsung. Data Investing.com mencatat posisi Rp18.042,2 sebagai acuan pada pukul 09.57 WIB, dan level itu bisa berubah hingga penutupan sesi.
Bagi pelaku pasar, rentang Rp17.997,8 hingga Rp18.073 pada sesi pagi menjadi zona yang layak dipantau untuk melihat arah tekanan berikutnya. Tren setahun terakhir menunjukkan Dolar AS masih berada di jalur penguatan terhadap Rupiah.